Cegah Keracunan MBG, DPRD Bantul Minta SPPG Lengkapi SLHS dan HACCP
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Fathur Rochman
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono II terus diperkuat melalui berbagai forum akademik. Salah satunya melalui Seminar Nasional bertajuk “Jejak Kepahlawanan Sultan HB II” yang direncanakan menghadirkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai pembicara kunci.
Seminar nasional tersebut dijadwalkan berlangsung secara hybrid di Jakarta dan menjadi bagian penting dari tahapan penyusunan naskah akademik sebagai syarat administrasi terakhir sebelum pengajuan gelar Pahlawan Nasional diajukan ke Kementerian Sosial.
Kegiatan ilmiah ini diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika yang berkomitmen memperkuat kajian sejarah mengenai peran Sultan HB II dalam perjuangan melawan kolonialisme di Tanah Jawa.
Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo dan Sri Sultan HB X akan memberi bobot tersendiri terhadap upaya pengakuan sejarah bangsa terhadap sosok Sultan HB II.
“Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan. Apalagi beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II,” ujar Fajar, Rabu (11/4/2026).
Menurut Fajar, selain kapasitasnya sebagai kepala negara, Presiden Prabowo juga memiliki hubungan genealogis dengan Sultan HB II yang dikenal sebagai pemimpin yang gigih menentang kolonialisme pada masanya.
Dalam seminar tersebut, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan turut hadir untuk mengulas perjalanan perjuangan Sultan HB II yang memiliki nama kecil Raden Mas Sundoro. Pembahasan akan menyoroti konsistensi sang sultan dalam menghadapi kekuatan kolonial, termasuk peristiwa bersejarah Geger Sepehi.
Fajar menjelaskan forum ilmiah itu diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kajian sejarah sekaligus melengkapi naskah akademik pengusulan gelar pahlawan.
“Acara ini direncanakan mengundang tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Fokus utamanya adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan moral dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan akademisi, diharapkan mampu memperkuat legitimasi historis atas jasa-jasa Sultan HB II dalam perjuangan bangsa.
“Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar Pahlawan Nasional sudah bisa disematkan. Kami memohon doa restu agar sosok Raden Mas Sundoro segera mendapatkan tempat terhormat atas dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa,” pungkas Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mewajibkan seluruh SPPG Program Makan Bergizi Gratis mengantongi SLHS. Pemkab juga membentuk Satgas MBG beranggotakan 48 personel untuk memperketat
Kejagung menjadwalkan pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan TPPU. Pemeriksaan dilakukan oleh Tim 9 pada Jumat.
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.
Janice Tjen tersingkir di babak pertama ganda WTA 1000 Toronto usai kalah dari Storm Hunter/Desirae Krawczyk dengan skor 4-6, 0-6.
Kronologi temuan 995 senjata di yayasan sekolah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, kini diselidiki polisi bersama laporan dari pihak yayasan.
Maarten Paes tampil penuh saat Ajax mengalahkan Shelbourne 3-1 pada leg pertama kualifikasi Liga Conference. FC Twente menang 6-0.