SPMB Bantul 2026 Kuota SD dan SMP Lebihi Jumlah Lulusan
Pemkab Bantul memastikan kuota yang tersedia pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang sekolah SD, SMP tersedia dalam jumlah yang cukup pada tahun
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Fathur Rochman
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan Hamengku Buwono II terus diperkuat melalui berbagai forum akademik. Salah satunya melalui Seminar Nasional bertajuk “Jejak Kepahlawanan Sultan HB II” yang direncanakan menghadirkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai pembicara kunci.
Seminar nasional tersebut dijadwalkan berlangsung secara hybrid di Jakarta dan menjadi bagian penting dari tahapan penyusunan naskah akademik sebagai syarat administrasi terakhir sebelum pengajuan gelar Pahlawan Nasional diajukan ke Kementerian Sosial.
Kegiatan ilmiah ini diinisiasi oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika yang berkomitmen memperkuat kajian sejarah mengenai peran Sultan HB II dalam perjuangan melawan kolonialisme di Tanah Jawa.
Perwakilan Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo dan Sri Sultan HB X akan memberi bobot tersendiri terhadap upaya pengakuan sejarah bangsa terhadap sosok Sultan HB II.
“Kehadiran Presiden Prabowo Subianto sangat dinantikan. Apalagi beliau memiliki kedekatan historis sebagai bagian dari trah Sultan HB II,” ujar Fajar, Rabu (11/4/2026).
Menurut Fajar, selain kapasitasnya sebagai kepala negara, Presiden Prabowo juga memiliki hubungan genealogis dengan Sultan HB II yang dikenal sebagai pemimpin yang gigih menentang kolonialisme pada masanya.
Dalam seminar tersebut, sejumlah tokoh nasional dijadwalkan turut hadir untuk mengulas perjalanan perjuangan Sultan HB II yang memiliki nama kecil Raden Mas Sundoro. Pembahasan akan menyoroti konsistensi sang sultan dalam menghadapi kekuatan kolonial, termasuk peristiwa bersejarah Geger Sepehi.
Fajar menjelaskan forum ilmiah itu diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kajian sejarah sekaligus melengkapi naskah akademik pengusulan gelar pahlawan.
“Acara ini direncanakan mengundang tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Fokus utamanya adalah membedah konsistensi Raden Mas Sundoro dalam menentang kolonialisme,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan moral dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan akademisi, diharapkan mampu memperkuat legitimasi historis atas jasa-jasa Sultan HB II dalam perjuangan bangsa.
“Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar Pahlawan Nasional sudah bisa disematkan. Kami memohon doa restu agar sosok Raden Mas Sundoro segera mendapatkan tempat terhormat atas dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa,” pungkas Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan kuota yang tersedia pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang sekolah SD, SMP tersedia dalam jumlah yang cukup pada tahun
Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM tetap terjaga melalui pengelolaan zat pengotor di kilang untuk menghasilkan BBM standar Euro 4.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel fiber optik melalui sistem ducting untuk mengurangi sampah visual dan mempercantik wajah kota wisata.
Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset senilai Rp1,029 triliun ke Kemenkeu, termasuk aset dan uang milik terpidana Eddy Tansil.
Chapter Jogja 2026 kembali hadir di JNM dan SD Tumbuh pada 19-23 Juni dengan konsep Unique Art Fair yang memperkuat ekosistem seni rupa Yogyakarta.
Wayang Gedhog langka akan dipentaskan di Keraton Jogja saat 1 Sura 2026. Lakon Jaya Berdangga sarat pesan perjuangan, kesetiaan, dan refleksi diri.