Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Prosesi pembukaan Cupu Panjala di Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang. Selasa (30/9/2025) dini hari. /Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 31 gambar muncul dalam pembukaan Cupu Panjala yang berlangsung di Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang, Senin (29/9/2025) malam. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan gambaran peristiwa atau kejadian dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Prosesi pembukaan cupu dimulai sekitar pukul 23.00 WIB, diawali dengan kenduri makan sebanyak dua kali. Hidangan pertama dimakan sendirian dan yang kedua, hindangan sepiring dimakan berdua.
Setelah acara kenduri selesai dilanjutkan pembukaan tiga cupu yang terbungkus kain kafan. Tiga cupu ini meliputi Semar Kinandu yang merupakan gambaran keadaan penguasa dan pejabat tinggi. Cupu Palang Kinantang sebagai gambaran untuk masyarakat menengah ke bawah dan Cupu Kenthiwiri untuk menggambaran rakyat jelata.
BACA JUGA: Gara-Gara Kelangkaan BBM, Bahlil Digugat Rp500 Juta di PN Jakpus
Pada saat dibuka total 30 gambaran yang muncul. Usai dibuka ketiga cupu dikembalikan ke dalam peti kemudian dibungkus dengan kain kafan yang telah disediakan. Selanjutnya, bungkusan ini dikembalikan ke tempat penyimpanan didalam rumah.
Gambaran-gambaran dari kain kafan dalam pembukaan cupu sebagai berikut:
Juru Kunci Cupu Panjala, Ki Medi Suminarno mengatakan, prosesi bukaan cupu berjalan lancar. Menurut dia, tradisi sudah berlangsung sejak 400 tahun lalu.
BACA JUGA: Basarnas Jogja Kirim Tim Rescue ke Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo
“Semua lancar. Bahkan dihadiri langsung oleh Bupati Endah Subekti Kuntariningsih dan Wakil Bupati Joko Parwoto,” kata Ki Medi, Selasa (30/9/2025).
Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan, ada kepercayaan bahwa bukaan cupu bisa menjadi gambaran tentang masa depan. Meski demikian, pihaknya atau juru waris dari cupu tidak pernah menafsirkan gambaran-gambaran yang ada di kain penutup cupu.
“Biarlah masyarakat yang mengartikan sendiri. Kami tidak ingin mendahului Tuhan Yang Maha Kuasa. Yang jelas, kami juga berharap bahwa semuanya bisa memberikan keberkahan,” kata Sutarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.