Seorang Calon DPD dari DIY Laporkan Dana Kampanye Rp750 Juta, GKR Hemas Hanya Rp185.144

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 30 September 2018 12:17 WIB
Seorang Calon DPD dari DIY Laporkan Dana Kampanye Rp750 Juta, GKR Hemas Hanya Rp185.144

GKR Hemas saat memberikan keterangan pers terkait pencalonan kembali sebagai Caleg DPD RI, di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Sabtu (22/9/2018) sore./ Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, JOGJA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menerima Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari 16 partai politik.

PAN memiliki LADK paling tinggi sebesar Rp30 juta. Disusul Demokrat (Rp20 juta), PKB dan PDIP masing-masing Rp10 juta, Perindo Rp1,1 juta. Adapun Gerindra, Golkar, Berkarya, dan PPP LADK masing-masing sebesar Rp1 juta.

Selain menerima LADK dari partai, KPU DIY juga menerima laporan yang sama dari calon anggota DPD RI asal DIY. Bambang Soepijanto memiliki LADK paling besar sebanyak Rp750 juta. Disusul Cholid Mahmud Rp120,9 juta, Hilmy Muhammad Rp100 juta, M Afnan Hadikusumo Rp86 juta dan Bachrul Ulum Rp15 juta.

Calon anggota DPD RI lainnya, seperti Hafidh Asrom dan Arif Noor Hartanto masing-masing menyerahkan LADK Rp10 juta. Yohanes Widi Praptomo Rp3,2 juta, Chang Wendryanto Rp500.000, Fidelis I. Diponegoro Rp212.904, permaisuri Kraton Ngayogyakarta GKR Hemas LADK sebesar Rp185.144.

Kepala Divisi Hukum KPU DIY Siti Ghoniyatun menjelaskan setelah LADK baik Partai Politik maupun calon Dewan Pimpinan Daerah harus melakukan pelaporan penggunaan dana kampanye.

Selain LADK, pada 2 Januari 2019 partai dan calon anggota DPD wajib menyerahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK), dan juga menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) tiga hari setelah penetapan peserta. "KPU akan menggandeng Kantor Akuntan Publik (KAP) guna mengaudit RKDK," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online