Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ratusan siswa serta jajaran guru dan karyawan SMPN 3 Wonosari, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, menggalang dana, Senin (1/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu memantik sejumlah elemen masyarakat untuk tergerak membantu. Salah satunya ratusan siswa SMPN 3 Wonosari yang berlokasi di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.
Bertempat di halaman sekolah, sebanyak 567 siswa SMPN 3 Wonosari menggalang dana untuk para korban gempa dan tsunami Sulteng pada Senin (1/10/2018) pagi. Sebelumnya para siswa ini terlebih dulu melaksanakan salat gaib dan doa bersama.
Kepala SMPN 3 Wonosari, Mulyadi mengatakan kegiatan ini sengaja digelar untuk melahirkan rasa simpati dan empati kepada para siswa untuk para korban. Diharapkan para siswa bisa lebih peka terhadap lingkungan masyarakat sekitar. "Ini juga sebagai perwujudan dari berbagai aspek, mulai dari religius, gotong royong, integritas, dan juga nasionalis kepada sesama warga Indonesia," ucap Mulyadi seusai kegiatan penggalangan dana dan doa bersama di SMPN 3 Wonosari.
Dijelaskan Mulyadi kegiatan ini diikuti seluruh siswa dari berbagai latar belakang agama. Untuk siswa beragam Islam melaksanakan salat gaib, sementara yang beragama Kristen berdoa bersama.
Lantaran banyak siswa yang mengikuti acara itu, maka pelaksanaan salat gaib dilangsungkan di dua masjid. Satu di masjid sekolah, sementara sisanya di masjid desa yang tak jauh dari sekolah. Sementara untuk siswa beragama Kristen berdoa bersama di salah satu ruangan sekolah. "Setelah itu seluruh siswa berkumpul di halaman untuk menggalang dana. Kegiatan itu juga diikuti seluruh guru dan karyawan SMPN 3 Wonosari," kata Mulyadi.
Salah satu siswa yang turut dalam kegiatan, Afif mengaku turut prihatin dengan gempa disertai tsunami yang merenggut korban jiwa di Sulteng. Dia berharap dengan bantuan ini mampu meringankan beban para korban. "Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi mereka," ucapnya.
Lapas
Sebelumnya, doa bersama dan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng juga dilakukan warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Yogyakarta, Wonosari pada Minggu (30/9) pagi.
Kepala LPKA Rutan Kelas II B Yogyakarta, Teguh Suroso mengatakan kegiatan ini dilakukan secara serentak di jajaran Kemenkumham di Tanah Air. Waktunya juga serentak yakni 09.00 WIB, 10.00 WITA dan 11.00 WIT. Hal itu sesuai dengan arahan Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.
Dia menambahkan kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian antarsesama. Dengan adanya pengumpulan sumbangan dan doa bersama diharapkan mampu meringankan beban para korban. "Kami turut merasakan duka yang sedalam-dalamnya, semoga ini bisa membantu para korban meski tidak seberapa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.