Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Warga mengevakuasi pohon tumbang./Istimewa-FPRB Srimulyo
Harianjogja.com, JOGJA—Dari total sekitar 18.000 pohon yang ada di wilayah Jogja, beberapa pohon di empat titik jalan utama dinilai rawan tumbang.
Kepala Seksi Pertamanan dan Perindang Jalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Pramu Haryanto mengatakan kondisi pohon-pohon yang rawan tumbang harus diwaspadai oleh masyarakat Jogja, terutama para pengguna jalan. Dia mengatakan setidaknya ada empat titik jalan yang banyak terdapat pohon dengan kondisi rawan tumbang, yakni Jalan Sudirman, Jalan Lowanu, Jalan Tegalturi dan kawasan Kotabaru.
“Selama ini sudah kami antisipasi dengan memangkas pohon-pohon yang tingginya lebih dari sembilan meter. Selain itu kami juga mengecek secara rutin pohon-pohon yang rawan tumbang,” kata Pramu, Senin (1/10/2018).
Dia menjelaskan pohon-pohon yang rawan tumbang tersebut kebanyakan disebabkan oleh faktor umur dan penyakit pohon. Sebenarnya, kata dia, pohon rawan tumbang yang dilatarbelakangi oleh faktor usia, bisa dilihat dari kulit pohonnya.
Sebelum memangkas pohon yang dinilai rawan tumbang akibat faktor umur dan penyakit, DLH Kota Jogja, kata dia, selalu berupaya menanam pohon pengganti. “Faktornya [pohon tumbang] itu biasanya karena umur dan penyakit pohon. Tapi bisa juga karena adanya bencana,” ucap dia.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Bayu Wijayanto juga berharap masyarakat turut serta memantau kondisi pohon yang ada di sekitar, terutama pohon-pohon yang rimbun dengan diameter batang yang besar.
Sebagai tindakan pencegahan, dia mengimbau kepada masyarakat untuk aktif memangkas dahan-dahan pada pohon tersebut. “Atau kalau tidak bisa, silakan hubungi pemerintah terkait,” kata dia.
Namun, kata dia, pemerintah hanya akan memprioritaskan pemangkasan pohon yang memang berstatus bukan milik pribadi. Oleh karena itu, pohon-pohon yang berstatus milik pribadi, dia berharap pemiliknya juga memiliki tingkat kesadaran untuk memangkas jika memang dirasa sudah terlalu rimbun. “Jangan sampai nanti roboh dan merugikan orang lain,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Harga tiket Piala Dunia 2026 mulai turun di pasar resale setelah penjualan melambat dan kursi stadion belum penuh.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.