DIY Kekurangan Guru Pendamping Khusus, Begini Nasib Sekolah Inklusi
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
Diskusi Pandu Negeri bertema Humanity and Social Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (16/2/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA —Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan bahwa pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi tumpuan utama Kota Yogyakarta dalam mencapai kesejahteraan. Keterbatasan sumber daya alam membuat kota ini tak memiliki pilihan lain selain mengandalkan kekuatan intelektual warganya.
Menurut Hasto, karakter Kota Jogja yang minim sumber daya alam menuntut masyarakatnya untuk terus mengasah kapasitas berpikir, berinovasi, dan berdaya saing. Karena itu, sektor pendidikan dan pengembangan SDM menjadi fokus strategis pemerintah daerah.
“Kalau di Yogyakarta ini, khususnya di kota, kalau tidak memeras otak, kita tidak bisa sejahtera. Oleh karena itu, pendidikan dan kualitas SDM menjadi fokus utama kami,” ujar Hasto saat Diskusi Pandu Negeri bertema Humanity and Social Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (16/2/2026).
Ia membandingkan kondisi Kota Jogja dengan daerah lain yang masih memiliki sumber daya alam sebagai penopang ekonomi. Daerah-daerah tersebut, menurut Hasto, masih bisa mengandalkan hasil bumi, berbeda dengan Jogja yang sepenuhnya bertumpu pada kualitas manusianya.
“Waktu saya jadi Bupati di Kulon Progo, menjual kambing bisa, batu bisa, pasir ada. Tapi di kota ini, kalau tidak mengandalkan kualitas manusia, kita tidak punya apa-apa,” katanya.
Selain keterbatasan sumber daya alam, Hasto juga menyoroti tantangan demografi yang dihadapi Kota Jogja. Pertumbuhan penduduk yang rendah dan meningkatnya jumlah lansia dinilai akan memberi tekanan tersendiri bagi generasi produktif ke depan.
Ia menyebut angka kelahiran di Jogja saat ini rata-rata hanya 1,65, jauh di bawah angka ideal 2,1. Kondisi tersebut berdampak pada struktur penduduk yang semakin menua.
“Penduduk kita mulai menua. Lansia sudah mencapai 16,2 persen dan ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi daerah karena aging population itu nyata,” ucapnya.
Di sisi lain, Hasto mengakui kualitas SDM di Jogja masih menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari kasus stunting, keterampilan tenaga kerja yang belum optimal, hingga tantangan baru berupa meningkatnya gangguan kesehatan mental di kalangan remaja.
“Hari ini remaja kita yang mengalami mental disorder itu sekitar 9,8 persen, naik dari 6,1 persen sepuluh tahun lalu. Ini tantangan baru yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Dalam diskusi yang sama, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Rimawan Pradiptyo, mengkritisi kebijakan alokasi 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Menurutnya, anggaran tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran.
“Yang disebut 20 persen itu faktanya sebagian besar bukan masuk ke lembaga pendidikan. Banyak yang terserap ke kementerian dan lembaga, bahkan dana desa, padahal kaitannya dengan pendidikan tidak langsung,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menyoroti kegelisahan generasi muda yang kerap dipersepsikan sebagai ancaman oleh kekuasaan. Ia menilai kondisi tersebut justru mencerminkan persoalan serius dalam pemenuhan hak generasi.
“Generasi hari ini membawa gagasan kritis ke jantung demokrasi, tapi kegelisahan itu malah dianggap subversi. Ini paradoks yang harus kita bongkar bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekurangan 33 Guru Pendamping Khusus di DIY masih terjadi. Sebanyak 51 SMA/SMK mengajukan kebutuhan GPK untuk mendukung sekolah inklusi.
MotoGP menggelar tes perdana motor 850cc di Brno. Ducati menunjuk Marc Marquez dan Fermin Aldeguer untuk menjajal motor era baru 2027.
Toy Story 5 resmi tayang di Indonesia. Woody, Buzz, dan Jessie menghadapi ancaman gadget pintar yang mulai mengambil perhatian anak-anak.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Duel ini menjadi ujian pertama Thomas Tuchel bersama The Three Lions.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Sabtu–Senin (13–15 Juni 2026) ini, mengangkat tema Nyawiji Dadi Siji, Panjaga Nusantara dan wajib diikuti oleh selur
Prahdiska Bagas Shujiwo menyingkirkan Lee Zii Jia, sementara Muhamad Yusuf melaju mulus ke babak 16 besar Macau Open 2026.