Warga Jogja Lebih Suka Beras Medium daripada Premium

Sunartono
Sunartono Selasa, 02 Oktober 2018 09:17 WIB
 Warga Jogja Lebih Suka Beras Medium daripada Premium

Ilustrasi pedagang beras/JIBI-Solopos-Sunaryo Haryo Bayu

Harianjogja.com, JOGJA - Disperindag DIY menyatakan konsumsi beras medium lebih tinggi persentasenya dibandingkan beras premium untuk wilayah DIY. Distribusi beras premium sepenuhnya kepada operasi pasar.

Kepala Disperindag DIY Tri Saktiyana menjelaskan adanya perbedaan pemahaman antara masyarakat dengan pemerintah terkait beras premium. Beras premium di tengah masyarakat sering diartikan sebagai beras yang dirasa enak dimakan, sedang pemerintah mengartikan beras premium sebagai beras yang sudah memenuhi ketentuan laboratorium terkait persentase beras yang pecah dan kadar air.

"Jadi premium menurut ukuran masyarakat dengan pemerintah kadang berbeda," terangnya, Senin (1/10/2018).

Pihaknya tidak akan terlalu campur tangan lebih jauh terkait beras premium. Beras itu memang lebih banyak dikonsumsi kalangan berduit. Sehingga Disperindag hanya menyentuh beras medium terutama untuk operasi pasar. Sedangkam distribusi beras premium sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar.

"Kalau di DIY persentasenya masih banyak konsumen yang menggunakan medium," katanya.

Sakti sepakat di DIY memang perlu ada lahan khusus untuk padi sebagai persiapan beras premium seperti 200 hektare di Kulonprogo. Dengan itu akan ada kualitas beras lokal dengan yang sesuai dengan keinginan masyarakat lokal.

"Itu bagus [pengembangan pertanian untuk beras premium] sehingga keuntungan petani juga akan lebih tinggi, hasilnya lokal juga tentu akan cocok dengan lidah orang lokal," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online