Ada Calon Siswa Jalur Afirmasi Ternyata Anak PNS Gunungkidul
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Sejumlah petugas sedang melakukan proses perbaikan timbangan dalam sidang tera ulang yang dilaksanakan UPT Kemetrologian Bantul di Pasar Piyungan. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemetrologian Bantul akan terus melakukan sidang tera ulang di pasar tradisional. Upaya ini dilakukan untuk mendukung Bantul Tertib Ukur yang digalakkan oleh pemkab.
Kepala UPT Kemtertologian Bantul, Henry Hartanti mengatakan, untuk pasar tradisional yang dikelola pemkab ada di 24 titik. Rencananya seluruh pasar ini akan dilakukan sidang tera ulang.
“Masih terus berjalan dan kami harap di akhir tahun ini semua pasar dapat dilakukan pengecekan dan sidang tera ulang,” kata Hartanti.
Menurut dia, pelaksanaan tera ulang memiliki banyak manfaat. Selain untuk memastikan timbangan berfungsi dengan akurat, upaya ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program tertib ukur yang dilakukan Pemkab Bantul.
“Makanya kita gencarkan tera ulang. Yang jelas, jika timbangan secara akurat maka dalam proses jual beli tidak ada yang merasa dirugikan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, hingga saat ini ada sekitar 3.033 timbangan yang beredar di pasar tradisional. Menurut dia, untuk partisipasi pedagang melakukan tera sudah bagus karena setiap kegiatan dilaksanakan pada mengikuti. “Ya nanti kalau ada kerusakan, akan kami data dan meminta ikut di sidang tera ulang untuk proses perbaikan,” tuturnya.
Meski kesediaan pedangang mengikuti tera sudah baik, namun Hartanti tetap meminta kepada pedagang untuk rutin melakukan pengecekan. Minimal pengecekan terhadap timbangan dilaksankaan setiap satu tahun sekali. “Sesuai dengan proses tera, masa edar dalam pengecekan hanya satu tahun. Nanti kalau sudah habis, maka harus dicek ulang lagi,” katanya.
Menurut dia, penggunaan timbangan secara rutin akan mempercepat kerusakan pada alat ukur. Oleh karenanya, untuk menghindari kerusakan, maka timbangan harus dicek secara berkala.
Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul Yus Warseno mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kegiatan tera ulang ke pasar-pasar. Diharapkan dengan sosialiasi ini dapat memberikan pemahaman kepada pedagang tentang pentingnya penggunaan timbangan sesuai standar.
“Kita harapkan pedagang bisa mengerti dan rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. Tujuannya agar proses jual beli jauh berjalan dengan baik dan dari praktik-praktik kecurangan yang bisa merugikan konsumen,” katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Studi terbaru ungkap anak lahir musim panas berisiko lebih tinggi terkena flu akibat jadwal vaksin yang tidak optimal.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Kanada.
Cari city car bekas di bawah Rp100 juta? Honda Brio, Toyota Agya, Honda Jazz, Toyota Yaris, dan lainnya bisa jadi pilihan. Simak tips membeli mobil bekas!
Tiga pasangan resmi menikah dalam nikah bareng di atas moge Harley Davidson di KUA Sewon Bantul.