Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Sejumlah petugas sedang melakukan proses perbaikan timbangan dalam sidang tera ulang yang dilaksanakan UPT Kemetrologian Bantul di Pasar Piyungan. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemetrologian Bantul akan terus melakukan sidang tera ulang di pasar tradisional. Upaya ini dilakukan untuk mendukung Bantul Tertib Ukur yang digalakkan oleh pemkab.
Kepala UPT Kemtertologian Bantul, Henry Hartanti mengatakan, untuk pasar tradisional yang dikelola pemkab ada di 24 titik. Rencananya seluruh pasar ini akan dilakukan sidang tera ulang.
“Masih terus berjalan dan kami harap di akhir tahun ini semua pasar dapat dilakukan pengecekan dan sidang tera ulang,” kata Hartanti.
Menurut dia, pelaksanaan tera ulang memiliki banyak manfaat. Selain untuk memastikan timbangan berfungsi dengan akurat, upaya ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program tertib ukur yang dilakukan Pemkab Bantul.
“Makanya kita gencarkan tera ulang. Yang jelas, jika timbangan secara akurat maka dalam proses jual beli tidak ada yang merasa dirugikan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, hingga saat ini ada sekitar 3.033 timbangan yang beredar di pasar tradisional. Menurut dia, untuk partisipasi pedagang melakukan tera sudah bagus karena setiap kegiatan dilaksanakan pada mengikuti. “Ya nanti kalau ada kerusakan, akan kami data dan meminta ikut di sidang tera ulang untuk proses perbaikan,” tuturnya.
Meski kesediaan pedangang mengikuti tera sudah baik, namun Hartanti tetap meminta kepada pedagang untuk rutin melakukan pengecekan. Minimal pengecekan terhadap timbangan dilaksankaan setiap satu tahun sekali. “Sesuai dengan proses tera, masa edar dalam pengecekan hanya satu tahun. Nanti kalau sudah habis, maka harus dicek ulang lagi,” katanya.
Menurut dia, penggunaan timbangan secara rutin akan mempercepat kerusakan pada alat ukur. Oleh karenanya, untuk menghindari kerusakan, maka timbangan harus dicek secara berkala.
Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul Yus Warseno mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kegiatan tera ulang ke pasar-pasar. Diharapkan dengan sosialiasi ini dapat memberikan pemahaman kepada pedagang tentang pentingnya penggunaan timbangan sesuai standar.
“Kita harapkan pedagang bisa mengerti dan rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. Tujuannya agar proses jual beli jauh berjalan dengan baik dan dari praktik-praktik kecurangan yang bisa merugikan konsumen,” katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP