Top Ten News Harianjogja.com Edisi Sabtu 25 Juli 2026
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (25/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Kondisi kerusakan talut di dekat Jembatan Karanggayam di Desa Sitimulyo, Piyungan, Jumat (13/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA--BPBD DIY masih menunggu kucuran dana sebesar Rp140 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Nasional (BNPB) untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat badai siklon tropis terjadi akhir 2017 silam. Dana tersebut akan diprioritaskan untuk memperbaiki infrastruktur rusak yang hingga saat ini belum diperbaiki.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan pihaknya sangat menunggu anggaran dari BNPB untuk perbaikan infrastruktur dampak badai siklon tropis di wilayah DIY yang terjadi pada akhir 2017 silam. Anggaran dari pusat ini untuk perbaikan infrastruktur yang tidak ter-cover oleh dana APBD. "Kami usulkan Rp140 miliar ke Pusat itu. Sudah kami sampaikan juga ke Pusat bahwa ini sudah mau musim hujan lagi, kami berharap bisa dipercepat," kata dia, Selasa (2/10/2018)
Dia memastikan dana tersebut akan cair karena informasi dari Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB sudah ada kesepakatan berita alokasi dana antara Kementerian Keuangan, Kementerian Sektoral lainnya dengan BNPB. Namun anggaran tersebut masih bersifat umum untuk DIY, Jateng dan Jatim sehingga masih menunggu transfernya ke daerah. "Diharapkan Oktober dan November ini bisa cair," katanya.
Dana dari Pusat akan digunakan untuk sejumlah perbaikan infrastruktur. Antara lain prioritas pertama di 2018 sebesar Rp70,7 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan rusak di kawasan DY akibat badai siklon tropis. Terdiri atas Jalan Nasional Baron-Tepus; Jalur Poncosari-Kretek; Jalan Palbapang-Samas, Jalan Sampakan-Singosaren; Jalan Sedayu-Pandak; serta sejumlah ruas jalan lainnya.
Sedangkan jembatan yang akan diperbaiki memakai dana itu seperti rekonstruksi Jembatan Pentung atau kawasan Siluk-Kretek Bantul; serta Jembatan Sindutan yang berada di kawasan jalur Sindutan-Congot Kulonprogo. Selain infrastruktur, dana tersebut juga akan digunakan untuk penanganan pendidikan dan sosial sebagai dampak bencana siklon tropis. "Ada prioritas satu dan prioritas dua, harapan kami bisa cair semuanya," katanya.
Dia mengatakan perbaikan dampak siklon tropis juga telah dilakukan menggunakan dana APBD DIY. Antara lain untuk rekonstruksi pengaman badan jalan Sampakan-Singosaren yang telah mencapai 84,57 %; Jalan Jerukwudel-Sadeng sudah 100%; rekonstruksi Jembatan Gesikan Sedayu-Pandak yang prosesnya kini mencapai 88,34%; serta perbaikan akses jalan wisata dan sekolah yang sudah 100%.
Kemudian perbaikan di wilayah Kota Jogja yang sudah berjalan dilakukan terdiri atas perbaikan talut Sungai Gajah Wong; talud Sungai Winongo; talud Sungai Code; talud SD Karangmulyo; dan talut permukiman di beberapa lokasi yang progresnya mencapai 70%.
Adapun perbaikan di Bantul di antaranya ruas Jalan Krebet-Petung; Jembatan Kowen; dan Bendung Tegal. "Untuk Kulonprogo seperti perbaikan ruas jalan Gua Kiskendo-Jonggrangan; Jalan Nogosari-SD Tegalsari; Jalan Gedong-Simpang Gendu; Jalan Tirto-Bendung Kalirejo; Jalan Pasar Plono-Sinogo; dan rehabilitasi ruas Jalan Keji-Sulur. Kemudian ada pula rehabilitasi bangunan pembawa irigasi; bangunan SD Negeri Kokap; SD Kanisius Pelemdukuh; dan SD Negeri 2 Sokomoyo yangsaat ini sedang berjalan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (25/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.