MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Sejumlah petugas dari PLN sedang memindahkan jaringan listrik dari tiang lama ke tiang baru di Jalan Suroto, Kamis (4/10/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Proyek revitalisasi kawasan pedestrian Jalan Suroto, Kotabaru terus dikebut. Selain proyek tersebut kini sudah menyentuh revitalisasi bulevar, penggeseran jaringan listrik dari tiang lama ke tiang baru juga mulai dilakukan.
Dari pantauan Harianjogja.com Kamis (4/10/2018), sejumlah petugas dari PLN mulai memindahkan jaringan listrik dari tiang lama ke tiang baru. Sementara tiang lama yang sudah tidak digunakan, diangkat agar tidak mengganggu pemasangan batu di sepanjang trotoar tersebut.

Adapun taman bulevar yang lama, kini sudah rata dengan tanah. Taman tersebut rencananya akan diganti dengan model dan tampilan yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Satu-satunya yang tersisa di kawasan bulevar itu nantinya hanya pepohonan rindang. "Kami optimistis revitalisasi kawasan pedestrian di Jalan Suroto selesai akhir tahun ini," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Agus Tri Haryono, Kamis.
Awalnya, pekerjaan revitalisasi bulevar di Jalan Suroto akan dilakukan tahun depan. Namun lantaran usulan penambahan Dana Keistimewaan sebesar Rp1,9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY Perubahan 2018 disetujui, maka lelang pekerjaan bulevar dilakukan tahun ini.
Seusai dilelang September lalu, pekerjaan revitalisasi bulevar di Jalan Suroto pun segera dilakukan dengan. Pengembang langsung membongkar taman tersebut dengan menyisakan pohon-pohon besar. "Setelah ini, kami akan membangun taman dengan konsep dan desain yang baru berserta trotoarnya,” katanya.
Dia mengatakan tampilan bagian taman di bulevar Jalan Suroto didesain lebih modern. Trotoar menggunakan bahan teraso dan dibuat lebih luas agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik. “Pot taman yang semula tinggi, akan diganti dengan pot yang lebih rendah. “Di sana nanti akan dilengkapi dengan ornamen lampu yang menyorot ke arah pohon agar taman lebih menarik lagi,” kata Agus.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja Suyana mengatakan tanggung jawab untuk merapikan pohon-pohon besar di bulevar tersebut menjadi kewajiban DLH. Dia menjamin tidak ada pohon yang dipangkas untuk kebutuhan revitalisasi. “Hanya dirapikan, dipangkas dahannya tidak ditebang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Nusron Wahid mengaku pengunduran diri dari kepengurusan Golkar sudah dibahas dengan Bahlil sejak tahun lalu.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.