Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Ilustrasi kesehatan./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Kesehatan (Dinkes) mengklaim di wilayah Bantul tidak ditemukan penyakit kaki gajah. Meski begitu, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masyarakat diminta menyukseskan program pencegahan kaki gajah.
Caranya dengan minum obat pencegahan satu kali setahun selama lima tahun. Proses minum obat ini dilakukan Oktober-November di pos pemberian obat terdekat.
Salah seorang warga Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Purwanto mengaku mendapatkan SMS dari Kemenkes. Menurut dia, isi pesan itu adalah pemberitahuan untuk program pencegahan penyakit kaki gajah. “Saya dapat pesan ini pada Selasa lalu,” katanya kepada wartawan, Kamis (4/10/2018).
Purwanto mengatakan pesan itu sangat bermanfaat karena memberikan informasi untuk pencegahan penyakit kaki gajah. “Tidak hanya saya, tetangga di lingkungan saya juga mendapatkan pesan yang sama,” ucap dia.
Kepala Seksi Pengendalian dan Penularan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul Sri Wahyu Joko Santoso membenarkan ada pesan yang dikirimkan oleh Kemenkes terkait pencegahan penyakit kaki gajah. Menurut dia, pencegahan ini berlaku di seluruh Indonesia. “Ini salah satu upaya agar Indonesia bisa terbebas dari penyakit ini,” katanya.
Disinggung mengenai kasus kaki gajah, Joko mengatakan di Bantul nihil kasus kaki gajah. Menurut dia, kasus ini banyak terjadi di luar Pulau Jawa. “Meski tidak ada kasus, tetapi potensi terjangkit tetap ada,” kata dia.
Joko menjelaskan upaya pencegahan sudah diintensifkan dinas sejak 2015 lalu. Hanya, pemberian obat tidak difokuskan mencegah penyakit kaki gajah karena pencegahan dibarengkan dengan program pemberantasan cacingan.
“Obatnya sama karena pencegahan cacingan dan penyakit kaki gajah bisa dalam satu obat. Jadi program pencegahan cacingan yang digalakkan dinas sejak 2015, juga sebagai upaya mencegah penyakit kaki gajah,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Joko, untuk pencegahan yang paling penting masyarakat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dia menyakini jika pola ini terus dipegang maka akan sulit terjangkit penyakit kaki gajah. “Untuk itu, kami terus menggalakkan penerapan pola hidup bersih sehat di masyarakat,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.