SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi apartemen/Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JOGJA- Warga di sekitar proyek pembangunan Apartemen Dhika Universe mulai merasakan dampak negatif dari proyek tersebut. Bahkan, para wali siswa dan sekolah PAUD dan TK Budi Mulia meminta agar Pemkot Jogja turun tangan menangani masalah tersebut.
Ahmad Yama, salah seorang wali siswa PAUD dan TK Budi Mulia mengakui jika anaknya merasa terganggu dengan suara proyek pembangunan apartemen tersebut. Bahkan debu-debu yang beterbangan dikhawatirkan mengganggu kesehatan kedua anaknya yang bersekolah di lokasi tersebut. “Dampaknya ke anak-anak langsung. Kalau sakit siapa yang bertanggungjawab?,” katanya saat ditemui Harianjogja.com, Kamis (11/10/2018).
Terlebih, kata Yama, getaran paku bumi dari proyek tersebut sangat kuat. Dia khawatir hal itu berpengaruh secara psikologis kepada anak-anak. Dia merasa heran kenapa Pemkot bisa mengeluarkan izin terkait pendirian apartemen yang berdekatan dengan sekolah. “Setiap hari anak-anak kami harus terkena debu dari proyek. Harusnya kontraktor respek terhadap lingkungan. Kami juga meminta agar Pemkot berdiri di depan untuk melindungi kepentingan warga Jogja,” katanya yang diamini sejumlah wali siswa lainnya.
Wakil Sekolah PAUD dan TK Budi Mulia Terban Udi Wardoyo juga khawatir dengan debu yang ditimbulkan dari proyek tersebut. Apalagi lokasi proyek berbartasan langsung dengan sekolah. “Paku besi yang ditanam menimbulkan suara gaduh laiknya gempa bumi. Anak-anak ada yang sampai takut dan menangis. Ada juga yang konsentrasinya berubah dan mencari sumber suara,” katanya.
Udi bercerita, saat ini kontraktor memasang jaring di sebagian kecil jalan masuk ke sekolah. Jaring tersebut dinilai tidak mampu menghalau debu karena tingginya hanya satu meter di atas pagar pembatas. “Paling parah debunya saat awal pekan lalu. Debu terbang sesuai arah mata angin, tidak hanya ke sekolah tetapi juga ke rumah warga yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek,” katanya.
Yang pihak sekolah sayangkan, proyek tersebut tetap berjalan meskipun belum ada progres dari hasil pertemuan pertama yang dilakukan Manajemen PT Adhi Persada Properti (APP) pada Jumat (21/9/2018). “Itu pertemuan pertama yang kami dilibatkan. Sejak pertemuan itu, kami belum mendapat tanggapan nyata dari pihak managemen. Tapi proyek jalan terus. Akhirnya kami mendapatkan dampaknya,” katanya.
Tulus warga RT01/RW01 Kelurahan Terban, Gondokusuman selama ini Pemkot sepertinya tutup mata, telinga dan hatinya terhadap keluhan warga tersebut. Padahal, ada beberapa warga yang sebelumnya mendukung berubah haluan menolak proyek tersebut karena sudah merasakan dampaknya. “Logikanya ketika prosedur pengajuan izin masih ada penolakan dari warga, tentunya IMB dan Andal [analisis dampak lingkungan] yang dikeluarkan Pemkot menjadi tidak sah. Tapi entahlah, kok bisa keluar,” kata Tulus.
Selain pemberian izin dinilai janggal, warga sudah merasakan dampak lingkungan dan sosial terkait proyek pembangunan apartemen tersebut. “Debu beterbangan, dan suara berisik dari pemasangan paku bumi banyak dikeluhkan oleh warga.
Project Director Apartemen Dhika Universe APP Damaryanda Pawitan masih enggan berkomentar terkait masalah tersebut. Padahal sebelumnya, Damar mengaku jika pemberian IMB dan izin Amdal yang dilakukan sudah sesuai prosedur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.