Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Ilustrasi apartemen/Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JOGJA- Warga di sekitar proyek pembangunan Apartemen Dhika Universe mulai merasakan dampak negatif dari proyek tersebut. Bahkan, para wali siswa dan sekolah PAUD dan TK Budi Mulia meminta agar Pemkot Jogja turun tangan menangani masalah tersebut.
Ahmad Yama, salah seorang wali siswa PAUD dan TK Budi Mulia mengakui jika anaknya merasa terganggu dengan suara proyek pembangunan apartemen tersebut. Bahkan debu-debu yang beterbangan dikhawatirkan mengganggu kesehatan kedua anaknya yang bersekolah di lokasi tersebut. “Dampaknya ke anak-anak langsung. Kalau sakit siapa yang bertanggungjawab?,” katanya saat ditemui Harianjogja.com, Kamis (11/10/2018).
Terlebih, kata Yama, getaran paku bumi dari proyek tersebut sangat kuat. Dia khawatir hal itu berpengaruh secara psikologis kepada anak-anak. Dia merasa heran kenapa Pemkot bisa mengeluarkan izin terkait pendirian apartemen yang berdekatan dengan sekolah. “Setiap hari anak-anak kami harus terkena debu dari proyek. Harusnya kontraktor respek terhadap lingkungan. Kami juga meminta agar Pemkot berdiri di depan untuk melindungi kepentingan warga Jogja,” katanya yang diamini sejumlah wali siswa lainnya.
Wakil Sekolah PAUD dan TK Budi Mulia Terban Udi Wardoyo juga khawatir dengan debu yang ditimbulkan dari proyek tersebut. Apalagi lokasi proyek berbartasan langsung dengan sekolah. “Paku besi yang ditanam menimbulkan suara gaduh laiknya gempa bumi. Anak-anak ada yang sampai takut dan menangis. Ada juga yang konsentrasinya berubah dan mencari sumber suara,” katanya.
Udi bercerita, saat ini kontraktor memasang jaring di sebagian kecil jalan masuk ke sekolah. Jaring tersebut dinilai tidak mampu menghalau debu karena tingginya hanya satu meter di atas pagar pembatas. “Paling parah debunya saat awal pekan lalu. Debu terbang sesuai arah mata angin, tidak hanya ke sekolah tetapi juga ke rumah warga yang berbatasan langsung dengan lokasi proyek,” katanya.
Yang pihak sekolah sayangkan, proyek tersebut tetap berjalan meskipun belum ada progres dari hasil pertemuan pertama yang dilakukan Manajemen PT Adhi Persada Properti (APP) pada Jumat (21/9/2018). “Itu pertemuan pertama yang kami dilibatkan. Sejak pertemuan itu, kami belum mendapat tanggapan nyata dari pihak managemen. Tapi proyek jalan terus. Akhirnya kami mendapatkan dampaknya,” katanya.
Tulus warga RT01/RW01 Kelurahan Terban, Gondokusuman selama ini Pemkot sepertinya tutup mata, telinga dan hatinya terhadap keluhan warga tersebut. Padahal, ada beberapa warga yang sebelumnya mendukung berubah haluan menolak proyek tersebut karena sudah merasakan dampaknya. “Logikanya ketika prosedur pengajuan izin masih ada penolakan dari warga, tentunya IMB dan Andal [analisis dampak lingkungan] yang dikeluarkan Pemkot menjadi tidak sah. Tapi entahlah, kok bisa keluar,” kata Tulus.
Selain pemberian izin dinilai janggal, warga sudah merasakan dampak lingkungan dan sosial terkait proyek pembangunan apartemen tersebut. “Debu beterbangan, dan suara berisik dari pemasangan paku bumi banyak dikeluhkan oleh warga.
Project Director Apartemen Dhika Universe APP Damaryanda Pawitan masih enggan berkomentar terkait masalah tersebut. Padahal sebelumnya, Damar mengaku jika pemberian IMB dan izin Amdal yang dilakukan sudah sesuai prosedur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026