30 Tahun Kudatuli, Seniman Tegaskan Demokrasi Butuh Seni
Refleksi 30 tahun Kudatuli di Sleman soroti peran seni dalam menjaga demokrasi. Seniman dan akademisi sepakat seni tak bisa dipisahkan dari kebebasan.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA- Jumlah pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dinyatakan lolos seleksi administrasi di Kota Jogja bertambah 64 orang. Dari sebelumnya 6.596 orang saat ini menjadi 6.660 pelamar.
Penambahan jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi tersebut diakui Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Jogja Ary Iryawan. Menurutnya, tambahan pelamar yang lolos seleksi administrasi tersebut bermula dari banyaknya aduan yang diterima Pemkot dari pelamar.
“Mereka merasa sudah memenuhi seluruh persyaratan yang dibutuhkan tetapi tetap dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi,” katanya, Jumat (26/10/2018).
Karena banyak aduan yang masuk, BKPP kemudian berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang kemudian melahirkan kebijakan untuk meninjau ulang seluruh dokumen dari pelamar yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi.
Setelah diteliti ulang, maka 64 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan dapat mengikuti seleksi ke tahap selanjutnya, seleksi kompetensi dasar (SKD).
Dia memastikan tidak ada tambahan dokumen baru, perbaikan atau kelengkapan syarat yang diberikan pelamar saat verifikasi ulang terhadap berkas pendaftaran. Tidak juga dokumen pelamar baru yang dimasukkan.
“Kami tidak hanya meneliti dokumen dari pelamar yang mengadu tetapi seluruh dokumen yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi. Kami sudah memberikan informasi ke pelamar yang bersangkutan jika mereka lolos seleksi administrasi,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, jumlah pelamar yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi sebanyak 4.431 orang. Adapun jumlah pelamar yang lolos tercatat 6.596 orang dari 11.027 pendaftar.
Sistem untuk verifikasi dokumen lamaran kembali ditutup pada Rabu (24/10/2018) dan tidak akan dibuka kembali. Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, pelamar diminta mencetak kartu ujian sesuai syarat yang ditetapkan dan menunggu pengumuman mengenai jadwal dan tempat seleksi kompetensi dasar.
“Untuk seleksi SKD kami menunggu setelah tes untuk CPNS DIY. Seharusnya, tes CPNS DIY digelar hari ini tetapi dijadwalkan ulang,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jogja Sigit Wicaksono berharap adanya tambahan CPNS yang dinyatakan lolos seleksi administrasi tersebut bukan disebabkan ketidakcermatan petugas saat melakukan verifikasi.
Dia juga tidak ingin ada permainan oknum tertentu dalam seleksi CPNS tahun ini. “Mudah-mudahan bukan disebabkan karena ada ‘permainan’ untuk penerimaan CPNS tahun ini. Seluruh proses penerimaan harus bisa dipastikan dan dipertanggungjawbkan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Harus transparan,” kata Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi 30 tahun Kudatuli di Sleman soroti peran seni dalam menjaga demokrasi. Seniman dan akademisi sepakat seni tak bisa dipisahkan dari kebebasan.
Kurs rupiah menguat tipis ke Rp18.065 per dolar AS. Simak faktor global dan domestik yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon
IHSG menguat ke 5.936 pada perdagangan pagi. Sentimen global, AI, dan proyeksi IMF jadi pendorong utama pasar saham hari ini.
Update harga emas Pegadaian hari ini 10 Juli 2026. Simak harga Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan buyback terbaru.
Kelurahan Keparakan gelar pelatihan Budikdamber. Warga bisa budidaya lele di ember untuk ketahanan pangan dan peluang usaha rumahan.