Ledakan Penduduk Lansia Dimulai 2025

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jum'at, 02 November 2018 09:10 WIB
Ledakan Penduduk Lansia Dimulai 2025

Para peserta Summer Course berinteraksi dengan kaum lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso, Pakem, Sleman, Kamis (1/11/2018)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati

Harianjogja.com, SLEMAN--Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi UGM mengadakan Summer Course 2018 pada 29 Oktober-16 November 2018. Kegiatan yang mengangkat tema Health Related Program Elderly ini dilatarbelakangi prediksi ledakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang akan terjadi pada 2025-2035.

Data proyeksi penduduk Indonesia pada 2010-2035 yang dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan umur harapan hidup (UHH) dari 69,8 tahun (2010) menjadi 70,9 tahun (2017). Angka ini disinyalir akan meningkat menjadi 72,4 tahun pada 2035. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia akan mengalami transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population).

Sementara itu, transisi epidemiologi penyakit ke peningkatan penyakit tidak menular (TPM) berpengaruh pada kesehatan lansia. Pakar Geriatri Probosuseno mengatakan gangguan fisik lansia didominasi penyakit radang sendi, tekanan darah tinggi, bronchitis, dan kencing manis.

"Gaya hidup tidak sehat, kurang olahraga, obesitas, pola makan salah memicu penyakit jantung, strok, yang merupakan ancaman lansia masa depan. Maka perlu menerapkan pola hidup sehat dan banyak makan sayur dan buah," kata Probo saat jumpa pers Summer Course di aula Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso, Pakem, Sleman, Kamis (1/11/2018).

Untuk menghadapi bonus demografi dengan segala kompleksitasnya itu Summer Course dilakukan untuk membantu memfasilitasi lansia. Kegiatan ini diikuti 57 peserta di mana 23 di antaranya merupakan mahasiswa dari universitas mitra luar negeri seperti Universitas Sains Malaysia, VU Medical Center Belanda, dan Niigata University Jepang.

Sepekan pertama, peserta mendapatkan materi dari dosen UGM dan dosen mitra luar negeri terkait tema yang diangkat. Selanjutnya pada pekan kedua dan ketiga, peserta mendapatkan pembelajaran kesehatan komunitas lintas disiplin di delapan puskesmas di Kulonprogo.

"Kulonprogo dipilih karena memiliki program inovatif di bidang kesehatan masyarakat dan secara geografis beragam," kata Koordinator lapangan Summer Course Abdul Wahab.

Selama di puskesmas, peserta Summer Course akan mengikuti kegiatan magang sesuai jam operasional puskesmas, serta kegiatan lapangan seperti posyandu lansia, penyuluhan, konseling gizi, farmasi, gigi, serta puskesling.

"Harapannya kegiatan ini menjadi wahana diskusi dan pembelajaran bagi calon profesional tenaga kesehatan untuk mendalami tata laksana lansia baik medis, psikolosi maupun sosialogisnya," jelasnya.

Di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso, peserta diajak berinteraksi langsung dengan para lansia. Di panti sosial tersebut menampung 214 lansia baik untuk kelas reguler maupun penanganan khusus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online