Caleg Perempuan Perlu Manfaatkan Media Agar Lebih Dikenal

Nina Atmasari
Nina Atmasari Senin, 05 November 2018 19:17 WIB
Caleg Perempuan Perlu Manfaatkan Media Agar Lebih Dikenal

Dari kiri ke kanan, Renny A. Frahesty (Ketua LSM Narasita), Nelly Tristiana (Kabid Pengembangan Partisipasi Perempuan BPPM DIY), Nugroho Nurcahyo (Redaktur Pelaksana Harian Jogja), Wasingan Zakiyah (Associate Idea Resource Center) dan Novia Rukmi (Sekretaris KPPI DIY) saat beraudiensi di Harian Jogja, Senin (5/11/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, JOGJA- Calon anggota legislatif (caleg) perempuan yang berhasil lolos menjadi anggota legislatif masih minim. Sejumlah pihak turut mendorong para perempuan calon pilihan ini agar lebih aktif memaksimalkan potensi menarik suara.

IDEA Yogyakarta bersama International Republican Institute (IRI), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) akan mengadakan rembug bertajuk Menang Bersama Perempuan: Perempuan Bersuara, Media Mewartakan. Acara ini akan digelar di Hotel Arjuna Yogyakarta, Rabu (7/11/2018).

Partisipan dalam rembug ini adalah 110 orang caleg perempuan, BPPM, LSM, media dan tokoh perempuan dalam politik. Di DIY, terdapat 96 orang caleg merempuan di DPRD DIY, DPRD di lima kabupaten dan kota dan DPR RI dari dapil DIY.

Wasingatu Zakiyah dari Associate Idea Resource Center menjelaskan minimnya caleg perempuan yang berhasil lolos ke kursi wakil rakyat perlu dorongan para para caleg tersebut untuk afirmasi diri. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri.

"Hasil riset, media memiliki peranan untuk mengekspose kegiatan para caleg untuk dipublikasikan. Media mainstream masih efektif untuk menyebarkan informasi, namun belum banyak caleg yang memanfaatkan peluang ini," katanya, saat beraudiensi di Harian Jogja, Senin (5/11/2018).

Seringkali, katanya, caleg perempuan sudah memiliki modal sosial yang sebenarnya bisa menjadi modal elektoral. Karenanya, penting bagi caleg perempuan untuk tahu apa yang bisa dilakukan dan bisa diekspose di media.

Ia mencontohkan, karena saat ini belum masuk masa kampanye di media, caleg perempuan bisa melakukan kegiatan tanpa menyebut partai mereka tetapi menggunakan latar belakang kemampuan pribadinya atau organisasi masyarakat yang digelutinya. Kegiatan ini bisa diekspose di media untuk semakin mengenalkan diri ke masyarakat.

Ketua LSM Narasita, Renny A. Frahesty mengungkapkan dukungan untuk perempuan tidak hanya pada politik praktis. "Perempuan juga butuh didukung dalam aktivitas sehari-hari termasuk kebijakan-kebijakan yang mendukung perempuan," jelasnya.

Sekretaris KPPI DIY, Novia Rukmi menambahkan saat ini masih ada yang beranggapan bahwa perempuan sebagai penggembira. "Ada banyak hal yang bisa dilakukan perempuan untuk mengurangi stereotip tersebut, dengan peningkatan kapasitas," katanya.

Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo mengatakan Harian jogja mendukung upaya perempuan untuk semakin aktif di bidang politik. Salah satunya, Harian Jogja menyediakan rubrik opini yang terbuka untuk tulisan siapapun yang memiliki gagasan inspiratif. "Ruang ini bisa dimanfaatkan oleh perempuan termasuk para caleg yang memiliki ide dan gagasan yang di bidangnya, tanpa menyebut partai politik," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online