Angkatan Muda FUI DIY Serukan Pemilu Damai

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 05 November 2018 23:20 WIB
Angkatan Muda FUI DIY Serukan Pemilu Damai

Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah DIY melakukan Deklarasi Pemilu Damai Sebagai Wujud Ukuwah Islamiyah di Masjid Dipowinatan Jogja, Senin (5/11/2018) malam./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, JOGJA--Pemilu tahun ini diharapkan jadi pesta demokrasi yang justru berdampak negatif pada situasi kebangsaan, seperti permusuhan bahkan kaos di masyarakat. Pasalnya perbuatan yang mengarah pada kaos tersebut hanya akan menyusahkan banyak orang.

Ketua Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiah DIY Ustaz Umar Said berharap selama proses Pemilu 2019, semua kelompok harus membentengi pendukungnya untuk tidak melakukan aksi yang merugikan ummat. Mereka yang jadi pemenang pada Pemilu mendatang diharapkan tidak umuk (sombong) sementara yang tidak menjadi pemenang diminta tidak ngamuk (bertindak anarkistis).
"Setiap pemilu yang diselenggarakan lima tahun sekali, selalu ada potensi-potensi konflik antar-pendukung. Ini jangan sampai terjadi. Untuk itu, kami menyerukan agar proses Pemilu 2019 bisa berjalan secara damai," kata Umar di sela-sela Deklarasi Pemilu Damai Sebagai Wujud Ukhuwah Islamiah di Masjid Dipowinatan Jogja, Senin (5/11/2018) malam.

Menurut dia, semua pihak harus saling menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya provokatif demi terjaganya ukhuwah, keamanan dan kerukunan antarumat. Hal itu wajib dilakukan agar proses Pemilu tahun depan bisa berjalan secara damai, aman dan baik.

Kalau tidak diantisipasi sejak dini, bibit konflik akan bermunculan. "Semua pihak harus bisa menahan diri. Jangan hanya satu pihak saja yang diminta untuk tidak berbuat anarkis, tetapi pihak lain dilepas. Ini membutuhkan komitmen," kata dia.

Terkait dengan banyaknya kabar hoaks yang dibalut agama selama proses Pemilu seperti yang terjadi saat ini, Umar meminta agar umat lebih dewasa menyaring setiap berita yang beredar. Umat, kata Umar, diminta mencari tabayun setiap informasi yang diterima. "Utamakan cek dan ricek. Bertabayun terhadap setiap informasi yang diterima. Itu perintah Alqur\'an," tegasnya.

Angkatan Muda FUI DIY, lanjut Umar, mendukung setiap upaya kepolisian untuk mengawal proses Pemilu 2019 agar berjalan aman dan damai. Pihaknya juga tidak mengarah kepada seluruh anggota untuk mendukung calon tertentu karena hal itu merupakan pilihan politik masing-masing anggota.

"Saya kira mereka sudah punya pilihan masing-masing saat pencoblosan nanti," kata Umar.

Seruan Pemilu Damai 2019 tersebut senyampang dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jogja yang meminta agar ummat tidak terprovokasi dengan isu-isu berbalut keagamaan. DMI juga meminta agar masjid tidak dijadikan sarana politik praktis dan pragmatis agar tidak memecah umat sehingga masjid tetap menjadi penyangga Islam yang rahmatan Lilalamin.

"Masjid harus tetap dijadikan untuk sarana berbagai dan pemberdayaan umat. Jangan dijadikan tempat untuk politik praktis. Jangan. Itu hanya akan memecah belah umat," kata Kepalag Humas Hukum dan Wakaf DMI Jogja Aminuddin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online