Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Hujan di Tempel, Sleman. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL —Datangnya musim penghujan menjadi berkah bagi masyarakat Gunungkidul yang beberapa bulan terakhir mengalami bencana kekeringan. Meski begitu pada awal musim seperti saat ini, belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan pada saat awal musim penghujan biasanya masih dimanfaatkan warga untuk membersihkan penampungan air yang dimiliki warga.
“Biasanya sampai satu Minggu lebih diawal hujan ini belum bisa dimanfaatkan oleh warga, karena masih untuk membersihkan penampungan, atap-atapnya,” kata Edy, kepada awak media, Selasa (6/11/2018).
Berangkat dari hal itu dan melihat kondisi anggaran kekeringan yang sudah habis, dana tidak terduga akan segera dikeluarkan untuk membantu anggaran drooping air bersih. Langkah untuk mengucurkan dana tidak terduga tersebut lantaran anggaran dropping di Kecamatan sudah mulai menipis bahkan sudah ada yang mulai habis.
Bupati Gunungkidul, Badingah, juga membenarkan akan segera mengeluarkan dana tidak terduga untuk mengatasi kekeringan tersebut. “Sudah mau kita keluarkan, mengingat kemarin belum ada tanda-tanda hujan. Kalaupun sudah datang hujan hari ini, itu belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Badingah.
Salah satu daerah yang menjadi langganan kekeringan setiap tahunya, saat musim kemarau, yaitu Kecamatan Girisubo juga sudah mulai hujan. Kasi Kesos Kecamatan Girisubo, Arif Yahya bersyukur dengan datangnya hujan ini, karena sudah ditunggu oleh masyarakat yang kesulitan mendapatkan air.
Terlebih saat ini sisa anggaran tangki air yang ada hanya tinggal 50, dari 360 tangki yang dianggarkan Kecamatan. “Alhamdulillah sudah hujan pertama hari ini, semoga membawa berkah. Menyelesaikan masalah kekeringan,” ujar Arif.
Meski begitu Arif mengatakan pada hujan awal ini belum bisa dimanfaatkan. Biasanya harus menunggu sampai hujan satu minggu atau lebih baru bisa dimanfaatkan oleh warga, untuk kebutuhan sehari-hari. “Masih untuk membersihkan penampungan,” katanya.
Harapan turunnya hujan juga datang dari Kecamatan Tanjungsari. Meski tidak begitu banyak warga yang terdampak kekeringan, namun sulitnya mendapat air tersebut menjadi keluhan tersendiri bagi warga.
Camat Tanjungsarim, Rahmadian mengatakan saat ini anggaran tangki yang ada yaitu 125 tangki telah habis. “Kemarau memang sangat panjang tahun ini, biasanya sisa dari anggaran yang ada. Sudah komunikasi dengan pihak BPBD Gunungkidul, ada pihak swasta juga yang membantu ya kami terima,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.