Naik DAMRI YIA-Jogja Cuma Rp50.000, Promo Berlaku hingga September
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Pelaksanaan pawai peringatan Hari Kesehatan Nasional di Malioboro, Minggu (11/11/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-Ribuan insan bidang kesehatan mengikuti pawai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018 di sepanjang Jalan Malioboro, Minggu (11/11/2018). Kegiatan itu sekaligus mengampanyekan perilaku hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menjelaskan tema HKN 2018 adalah Aku Cinta Sehat dengan sub tema Ayo Hidup Sehat. Rangkaian acara HKN sebelumnya sudah dilakukan sejaka Oktober lalu. Upacara HKN 2018 akan dilaksanakan pada Senin (12/11/2018) di RS Bhayangkara Polda DIY. Adapun pawai kali ini diikuti dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota di DIY, sejumlah rumah sakit serta perguruan tinggi bidang kesehatan.
"Dari kegiatan ini para insan kesehatan ingin mempromosikan supaya masyarakat DIY dapat hidup sehat dan hidup sehat itu dimulai dari diri sendiri," terangnya, Minggu (11/11/2018).
Ia mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi. Terbukti yang ikut dalam pawai tersebut berjumlah 1.082 orang dari berbagai instansi dan mahasiswa perguruan tinggi. Ia berharap pawai tersebut dapat memberikan semangat dan inspirasi kepada masyarakat untuk hidup sehat. "Warga DIY harus sehat," katanya.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan banyak kemajuan di sektor kesehatan banyak penyakit menular berhasil ditekan, namun di sisi lain prevalensi penyakit tidak menular (PTM) mengalami peningkatan dibandingkan Riskesdas 2013, seperti penyakit kanker, ginjal, stroke, diabetes dan hipertensi. Apalagi untuk wilayah DIY tidak terlalu menggembirakan terkait PTM ini, bahkan masih di atas rata-rata nasional. Beragam program pemerintah akan sia-sia jika masyarakat tidak memiliki niat untuk merubah perilaku ke arah hidup sehat.
"Ini tentu menjadi perhatian kita untuk bagaimana bekerja keras mengatasi persoalan ini," ucapnya.
Gatot mengatakan, banyaknya penyakit katastropik seperti jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke yang dibiayai jaminan kesehatan harus dijadikan pelajaran tersendiri. Meningkatnya PTM ini jelas akan menurunkan produktivitas sumber daya manusia. Pada akhirnya kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial ekonomi. Gatot menilai hulu dari persoalan ini adalah perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat.
"Seperti merokok, makanan tinggi kolesterol, kurang aktivitas fisik. Bukan hal yang berat sebenarnya untuk menjadi PTM ini tetapi sayangnya yang ringan ini kadang kita lupakan sehingga prevalensi PTM di DIY cukup tinggi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.