Wiryanti Sukamdani Dorong Pangan Lokal Gantikan Ketergantungan Impor
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Ratusan mahasiswa menandatangani petisi penolakan terhadap kekerasan seksual saat aksi damai UGM Darurat Kekerasan Seksual di Kampus Fisipol UGM, Sleman, Kamis (8/11/2018)./Harian Jogja-Gigih M. hanafi
Harianjogja.com, JOGJA- Polda DIY menyatakan telah berkoordinasi dengan UGM dan Polda Maluku untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pemerkosaan mahasiswa UGM. Kepolisian akan mengungkap berbagai bukti untuk memastikan terjadinya tindak pidana tersebut.
Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dhofiri mengatakan untuk menangani kasus dugaan pemerkosaan itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan UGM. Terutama untuk mengantisipasi jangan sampai korban menjadi korban kedua kalinya atas kasus itu, seperti dibully atau dipermalukan.
Kepolisian memberikan perhatian agar korban tidak tertekan pasca mencuatnya kasus tersebut. "Intinya jangan sampai korban ini menjadi korban kedua kalinya," terangnya di Polresta Jogja, Kamis (15/11/2018).
Dhofiri mengatakan, karena sumber informasi atas kejadian dugaan tindak pidana itu banyak yang bukan langsung dari saksi, maka Polda DIY berkoordinasi dengan Polda Maluku untuk melakukan penyelidikan. Keterangan secara langsung juga diminta melalui koordinasi dengan UGM. Apalagi locus delicti atau tempat terjadinya tindak pidana berada di Maluku butuh pendalaman di lokasi kejadian.
Meski UGM secara sepihak telah melakukan investigasi, namun Polda DIY tetap akan melibatkan UGM dalam melakukan penyelidikan. Pihaknya lebih proaktif sehingga poses penyelidikan itu tetap dilakukan tanpa menunggu laporan dari korban.
"Apakah benar [dugaan pemerkosaan] itu terjadi, kan kasihan kalau memang tidak terjadi, ini beritanya sudah ke mana-mana, kami akan mencoba membantu menyiapkan [penanganan] baik dari UGM maupun korban, dan juga pihak tersangka kalau nanti ada tersangka. Penyelidikan untuk mengungkap kasus itu sebenarnya seperti apa," katanya.
Meski kejadian sudah sejak 2017 silam, Dhofiri yakin saksi masih ada sehingga tidak sulit untuk menangani kasus tersebut. Penyelidikan secara komprehensif akan dilakukan di TKP.
"Saya kira tidak terlalu sulit untuk menanganainya. Tetapi saya harap jangan sampai korban menjadi korban kedua kalinya karena trauma. Jangan membully korban, harkat dan martabat serta kehormatan kita jaga kasihan dia dan keluarganya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Mustika Rasa di Jogja mendorong kedaulatan pangan melalui pemanfaatan bahan lokal dan lebih dari 1.000 resep kuliner Nusantara.
Menteri PKP Maruarar Sirait membuka wacana hunian di atas sungai. Regulasi, legalitas, konstruksi, dan harga akan dikaji lebih dulu.
Anak Kampung Sadang, Bandung Barat, menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit untuk sekolah. Warga berharap akses jembatan segera dibangun.
Kemnaker menyiapkan strategi triple skilling berupa upskilling, reskilling, dan cross-skilling untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI.
Job fair disabilitas Kulonprogo mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Riski dan Arif berbagi perjuangan mencari pekerjaan inklusif.
Pembangunan inklusif di Indonesia disoroti. Ohana Indonesia mendesak reformasi anggaran dan pemenuhan hak kelompok difabel.