Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bantuan dropping air untuk mengatasi kekeringan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul akan segera berhenti. Pasalnya diperkirakan sudah akan memasuki musim penghujan minggu depan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan untuk saat ini dropping memang masih dilakkukan dalam sehari setidaknya ada 16 tangki didropping, namun diperkirakan hanya sampai minggu ini.
“Kita coba sampai minggu ini, sambil cek lokasi ada permintaan lagi tidak. Semoga minggu depan sudah mulai merata hujannya, sambil assessment teman-teman di lapangan,” kata Edy, Selasa (20/11/2018).
Dikatakan Edy jika nantinya sudah hujan rutin dalam waktu satu minggu, sudah dapat mengisi sumur dan Penampungan Air Hujan (PAH). Diketahui sebelumnya pula saat ini untuk memenuhi dropping air BPBD Gunungkidul telah menggunakan dana tidak terduga, dikarenakan anggaran kekeringan telah habis.
Edy menjelaskan bahwa dana tidak terduga tersebut sudah digunakan sejak awal November, untuk keperluan membeli BBM serta service dan keperluan suku cadang. Meski begitu Edy belum bisa mengungkapkan berapa dana tidak terduga yang telah terpakai.
“Pasnya berapa yang sudah dikeluarkan kami belum rekap atau cek lagi, karena mekanismenyakan kami ambil barang dulu baru bayar. Permohonan dari SPBU dan toko atau bengkel belum direkap,” katanya.
Untuk bantuan dropping dari pihak swasta sendiri Edy mengatakan bisa berkoordinasi dengan pihak BPBD Gunungkidul, agar dapat diarahkan kemana Desa atau daerah yang sangat membutuhkan. Saat ini sendiri dikatakan Edy yang masih meminta bantuan dropping di Kecamatan Ngawen, Nglipar, Semin. “Untuk yang lain mungkin sudah terisi PAH,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY, Djoko Budiyono mengatakan November ini, untuk wilayah DIY secara bertahap akan memasuki awal musim hujan.
Berdasarkan monitoring curah hujan di BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, di wilayah utara DIY selama dua dasarian ini jumlah curah hujan sudah melebihi 50 mm yang menandakan memasuki musim hujan.
“Adapun penyebab dalam beberapa hari ini tidak hujan karena adanya Siklon Bouchra yang muncul di barat daya Sumatra serta adanya sirkulasi angin tertutup/eddy di barat Kalimantan menyebabkan pola angin di wilayah DIY kurang mendukung bagi pertumbuhan awan awan hujan,” katanya.
Oleh sebab itulah dalam beberapa hari ini tidak ada pembentukan hujan, namun dalam beberapa hari kedepan diprediksi kondisi cuaca akan kembali berpotensi munculnya hujan di wilayah DIY terutama di kisaran dasarian tiga November ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.