Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Beberapa pembicara mengisi seminar Ketahanan dan Kedaulatan Pangan di Era Industri 4.0 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Janabadra, Rabu (21/11/2018)./Ist-Humas
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Janabadra menggelar seminar Ketahanan dan Kedaulatan Pangan di Era Industri 4.0, Rabu (21/11/2018). Era industri 4.0 akan mendorong terjadinya disrupsi, termasuk sektor pertanian.
Dwijono, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM menyampaikan beberapa tahapan perkembangan pertanian. Pertanian 1.0, manusia hanya memanfaatkan produk pangan yang ada di alam karena ketersediaan bahan pangan masih mencukupi. Manusia menetap diikuti dengan budi daya tanaman dan hewan.
Pertanian 2.0 terjadi peningkatan teknologi di bidang pertanian, seperti pergiliran tanaman, konversi lahan, dan pemuliaan tanaman. Pertanian 3.0, dikenal juga sebagai revolusi hijau, ditandai dengan teknologi rekayasa kimia dan genetika dengan munculnya varietas tanaman pangan unggul, pupuk sintetis dan mekanisasi pertanian. Pada pertanian 4.0 terjadi transformasi digital di sektor pertanian, mengerucut pada pertanian pintar atau smart farming, pertanian terukur, dan bioteknologi.
"Pada saat ini kita mulai memasuki era industri 4.0 yang akan mendorong terjadinya disrupsi di banyak sektor, termasuk di sektor pertanian," kata Dwijono, Rabu (21/11/2018).
Di Indonesia, kata dia, meskipun kontribusi sektor pertanian dalam pendapatan nasional semakin menurun tetapi tenaga kerja di sektor pertanian masih cukup banyak. Revolusi industri 4.0 dicirikan dengan semakin meningkatnya teknologi informasi dalam industri, termasuk dalam sektor pertanian.
Menurut dia, saat ini Indonesia sedang menuju ke negara yang memiliki ketahanan pangan yaitu kondisi di mana kebutuhan pangan negara sampai perorangan terpenuhi. Ketahanan pangan meliputi persediaan pangan di seluruh wilayah untuk konsumsi manusia, bahan baku industri dan keperluan untuk menghadapi keadaan darurat, terdiri dari cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan masyarakat.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo yang hadir dalam seminar tersebut mengatakan persiapan Kabupaten Kulonprogo dalam menyongsong pertanian 4.0 adalah memperkuat sektor pertanian, misalnya melalui bela-beli Kulonprogo, seperti beras PNS Kulonprogo dengan merek Gapoktan Kulonprogo, raskin diubah menjadi rasda yang lebih baik dan memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Beberapa upaya digitalisasi on farm dan off farm yang lain, seperti sistem penyuluhan [cyber extension], blogspot BPP kecamatan, perencanaan kebutuhan pupuk [e-RDKK], proses pembelian pupuk [e-Kartu Tani], perencanaan tanam, rekomendasi pupuk, dan sebagainya," kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Sabtu 23 Mei 2026 dari Stasiun Tugu Jogja menuju Bandara YIA lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 23 Mei 2026 didominasi hujan ringan di Jogja, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.