Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau? Ini Kata Pakar
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Jemaah calon haji berjalan menuju pesawat yang akan memberangkatkannya ke Arab Saudi. Ilustrasi./ANTARA-Umarul Faruq
Harianjogja.com, JOGJA—Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X memberikan sinyal persetujuan penggunaan lahan Sultan Grond (SG) di Dusun Kwaru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, sebagai tempat dibangunnya embarkasi haji. Syaratnya, lahan tersebut tetap jadi milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan tidak dicabut hak milik atas tanah menjadi tanah negara.
Hingga saat ini, diakui Sultan memang belum ada kepastian soal lokasi dibangunnya embarkasi haji di DIY. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pembahasan itu kepada DPRD DIY dan Kementerian Agama (Kemenag) DIY.
Gubernur DIY mengakui memang ada salah satu lokasi yang dinilai representatif sebagai emberkasi yaitu di Kuwaru, Kecamatan Srandakan, Bantul, tetapi hal itu belum menjadi keputusan melainkan baru sebatas pilihan-pilihan.
"Belum [diputuskan lokasinya]. Biar Dewan [DPRD DIY] berembuk dulu dengan pemerintah [Kemenag DIY]. Semua masih sebatas baru bicara pilihan-pilihan," kata HB X.di kompleks Kepatihan, Kamis (22/11/2018)
Sultan mengaku tak mempersoalkan jika embarkasi dibangun di atas tanah SG di Kuwaru. "Nggak ada masalah [dibangun di atas tanah SG] asal jangan terus berubah jadi [milik] pemerintah [tanah negara], berdiri di atas Sultan Grond," katanya.
Dia menambahkan jika lahan tersebut kemudian disertifikatkan menjadi milik pemerintah maka akan membuat berkurangnya lahan SG di DIY. "Ya kalau terus disertifikatkan milik pemerintah kan jadi hilang [penyusutan lahan SG]. Jadi misalnya embarkasi di atas tanah Sultan Grond gitu," ucapnya.
Ditanya soal prosedur penggunaan lahan SG dan terkait dengan kemungkinan praktik sewa menyewa, HB X enggan berkomentar. Tetapi menurutnya persoalan itu bisa dimusyawarahkan bersama. "Kalau itu [mekanisme penyewaan] rembugane gampang, nggak masalah, sing penting itu [kepastian pembangunan] saja," kata dia.
Sebelumnya Sekda DIY Gatot Saptadi mengaku telah mengusulkan beberapa tempat yang mungkin bisa dipakai sebagai tempat pembangunan embarkasi haji untuk skala lebih besar. Dari beberapa lahan yang diusulkan, salah satunya di Dusun Kuwaru, Poncosari, Srandakan yang tergolong paling luas dan tidak jauh dari lokasi New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo. Dari situ [Kuwaru] ke NYIA, hanya butuh waktu sekitar 20 menit. Lahan itu cukup untuk pembangunan emberkasi seluas 10 hektare,” ucap dia.
Pembangunan embarkasi itu sepenuhnya akan dibiayai oleh Pusat melalui Kemenag. Pemda DIY diakui dia akan terlibat dalam proses desain seperti halnya desain pembangunan NYIA yang juga mengadopsi kultur DIY. "Desain nanti tentu dikonsultasikan dengan kami [Pemda DIY], kalau pembiayaan dari pusat," ujarnya.
Rencananya, embarkasi haji itu direncanakan akan memiliki 3.000 kamar dengan fasilitas hotel bintang tiga. Selain itu, desain tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk beragam kegiatan hingga ke arah wisata rohani.
Sehingga status pemanfaatan gedung tidak hanya saat jelang pelaksanaan ibadah haji saja namun bisa dimanfaatkan untuk beragam kegiatan setiap saat. "Angan-angannya bisa dimanfaatkan sebagai wisata religi, tetapi desainnya seperti apa, belum jadi. Sehingga pemanfaatan tidak hanya jelang haji saja," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.