China Borong Rempah RI, Kapulaga Tembus 3.600 Ton
Ekspor kapulaga Indonesia ke China tembus 3.604 ton senilai Rp319 miliar. Permintaan rempah RI terus meningkat di 2026.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja- Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja akan menggandakan produksi kompos dari dua rumah kompos milik instansi tersebut untuk menurunkan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Piyungan.
"Tahun depan, kapasitas produksi kompos akan ditingkatkan supaya volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan semakin berkurang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Suyana di Jogja, Minggu (25/11/2018).
Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja memiliki dua rumah kompos yang berada di Nitikan dan Giwangan. Namun, saat ini baru rumah kompos di Nitikan yang beroperasi dan menghasilkan sekitar tiga ton kompos per bulan.
Menurut Suyana, jika rumah kompos di Giwangan dioperasikan tahun depan, maka kapasitas produksi kompos bisa ditingkatkan menjadi tujuh bahkan 10 ton per bulan.
Kompos yang dihasilkan, lanjut Suyana, tidak akan diperjualbelikan tetapi bisa gratis dimanfaatkan oleh masyarakat guna meningkatkan kualitas tanah di lingkungan masing-masing terlebih saat ini sudah ada beberapa wilayah yang mendeklarasikan diri sebagai kampung sayur.
"Harapannya, masyarakat semakin gemar memelihara tanaman, tidak sekadar menanam. Lingkungan menjadi subur dan kualitas udara perkotaan pun akan semakin baik," katanya.
Selain meningkatkan kapasitas produksi kompos, upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja untuk menekan volume sampah di Kota Jogja adalah dengan menambah keberadaan bank sampah di wilayah.
"Sampai saat ini, Kota Jogja sudah mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan sekitar 17,4 persen. Harapannya, hingga akhir tahun bisa mencapai 18 persen atau sesuai target pengurangan sampah yang ditetapkan dalam Kebijakan dan Strategi Daerah tentang Pengelolaan Sampah," katanya.
Di dalam kebijakan yang ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 67 Tahun 2018 tersebut ditetapkan target pengurangan dan penanganan sampah dari 2018 hingga 2025.
Pada 2018, potensi timbulan sampah di Kota Jogja mencapai 135.214 ton per tahun dan ditargetkan berkurang sebesar 24.339 ton per tahun. Target pengurangan sampah terus ditingkatkan dan diharapkan pada 2025 bisa berkurang 30 persen.
"Target pengurangan sebesar 30 persen itu sesuai ketentuan dari pemerintah pusat. Targetnya memang berat, namun akan tetap kami upayakan agar tercapai. Masyarakat juga memiliki peran untuk pengurangan sampah sejak dari rumah tangga yang bisa dilakukan dengan pemilahan sampah, kata Suyana.
Selain target pengurangan sampah, di dalam kebijakan tersebut juga mengatur tentang target penanganan sampah yaitu 70 persen hingga 2025. Kota Jogja sudah memiliki satu bank sampah induk yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja. Pada 2018, ditargetkan akan ada 450 bank sampah dan meningkat hingga 520 bank sampah pada 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekspor kapulaga Indonesia ke China tembus 3.604 ton senilai Rp319 miliar. Permintaan rempah RI terus meningkat di 2026.
Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM India Narendra Modi atas kontribusinya memperkuat hubungan kedua negara.
Bakom menyebut buku Presiden Solusi menjadi rekap sementara implementasi janji kampanye Presiden Prabowo dan akan terus diperbarui.
Sebanyak 1.500 buruh akan demo di Kemenkeu pada 9 Juli 2026 menuntut pajak pencairan JHT menjadi 0% beserta tiga tuntutan perpajakan lainnya.
Granat tangan aktif ditemukan saat pembangunan toilet di Wisata Karstubing Bantul. Tim Gegana Polda DIY memusnahkannya melalui dua kali disposal.
Gemini AI tidak selalu bisa mentranskrip rekaman suara secara langsung. Ketahui penyebabnya dan beberapa solusi praktis yang dapat dicoba