Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Massa saat berunjuk rasa di Balai Desa Balong, Girisubo, Gunungkidul menuntut Kades Suwardiyanto mundur,Senin (26/11/2018)./Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ratusan massa dari warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul berunjuk rasa di balai desa setempat, Senin (26/11/2018). Massa menuntut kepala desa Suwardiyanto mundur dari jabatannya karena diduga melakukan beberapa kesalahan.
Aksi mass dipicu oleh beberapa sebab di antaranya, kades diduga melakukan perselingkuhan dan nikah siri. Kasus ini pun berdampak terhadap kinerja, karena pascadugaan ini muncul yang bersangkutan jarang masuk kantor. Adapun tuntutan lain, warga juga menuntut transparansi dalam pembangunan balai desa.
Kepala Polsek Girisubo AKP Mursidiyanto membenarkan adanya aksi demontrasi menuntut Kades Balong mundur dari jabatannya. Menurut dia, selama aksi berjalan dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti. “Proses diakhiri dengan mediasi antara pihak desa, kecamatan dan perwakilan dari massa pendemo,” kata Mursidiyanto kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, ada tiga hal yang menjadi tuntutan warga, yakni menyangkut isu perselingkungan oleh kades, transparansi pembangunan balai desa hingga kades yang jarang masuk kerja. “Tugas kami hanya mengamankan, sedang untuk mediasi dipimpin oleh pihak dari kecamatan,” ungkap mantan Kapolsek Purwosari ini.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Balong, Suwardiyanto belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi atau dikirimi pesan singkat ke nomor ponselnya, yang bersangkutan belum memberikan respons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.