Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
M. Nasir
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sampai saat ini sudah menutup 243 perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kampus terbukti melakukan praktik jual beli ijazah bodong.
Ditemui seusai acara di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) kemarin, Menristekdikti Mohamad Nasir menegaskan ia tidak akan pernah menoleransi kampus-kampus yang sudah terbukti melakukan tindak jual beli ijazah bodong.
Menurut dia, ijazah bodong adalah ketika mahasiswa tidak melakukan kegiatan kuliah sama sekali tetapi menerima ijazah. "Mahasiswa dicatat sebagai mahasiswa aktif tapi enggak ikut proses pembelajaran atau tidak memenuhi standar, itu juga ijazah bodong. Juga melakukan kuliah yang tidak jelas dan tidak dilaporkan ke kementerian," kata Nasir, Rabu (28/11/2018).
Kementerian merasa prihatin karena pada satu sisi kementerian mendorong perguruan tinggi untuk lebih berkualitas tetapi pada sisi lain ada perguruan tinggi yang menjual ijazah bodong. "Kalau di Jogja selama ini tidak ada laporan [ijazah bodong]," kata Nasir.
Pihak-pihak yang sudah berani melakukan praktik ijazah bodong diartikan sudah melanggar. Nasir tidak akan segan-segan memberhentikan siapapun yang terlibat dalam penerbitan ijazah bodong.
"Jangan ada yang memainkan peran ini. Kalau memang ada keterlibatan pasti sudah saya berhentikan. Dosen dan pegawai sudah ada yang diberhentikan, saya enggak mau ambil risiko," lanjut dia.
Pernyataan Nasir menanggapi adanya keterlibatan staf khusus Menristekdikti dalam kasus ijazah bodong. Atas permasalahan itu Nasir mengaku sudah memanggil pihak yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
"Dia [staf khusus] sudah saya panggil. Kamu memainkan enggak, enggak katanya," tutur Nasir.
Menurut dia, kasus ijazah bodong yang melibatkan salah satu kampus swasta tersebut adalah kasus lama yang bergulir pada 2015, tetapi oleh seseorang diungkap lagi dan dipublikasikan. Kampus yang bersangkutan juga sudah ia tutup dan tidak beroperasi lagi. "[Kasus] Itu digoreng lagi. Saya enggak mau itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.