Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi kecelakaan/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan di Hutan Wangsempal, tepatnya di Dusun Ngasem, Tepus, Sabtu (1/12/2018) pagi. Diduga kecelakaan terjadi karena pengemudi belum hafal jalan di kawasan tersebut sehingga mobil Toyota Avanza B 1282 BRA terbalik.
Kecelakaan yang melibatkan rombongan wisatawan ini bermula saat mobil Avanza putih yang dikendarai Raja Putra Dewa,18, asal Banyuasin, Palembang berjalan dari arah Pantai Poktunggal menuju Pantai Indrayanti untuk mencari sarapan.
Nahasnya, belum sampai di tempat tujuan, mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi oleng dan pengemudi tak bisa mengendalikan sehingga terguling.
Akibat peristiwa ini, mobil menjadi ringsek dan mengalami pecah kaca. Sementara itu, sopir dan dua penumpang harus dilarikan ke rumah sakit. Sedang tiga penumpang lainnya hanya luka ringan.
Kapolsek Tepus, AKP Mustaqim membenarkan adanya kecelakaan tunggal di jalan menuju Pantai Indryanti. Diduga kecelakaan terjadi karena sopir tidak hafal kondisi jalan yang naik turun. Akibatnya saat melaju kendaraan oleng hingga akhirnya terbalik. “Usai mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi,” kata Mustaqim kepada wartawan.
Dia menjelaskan, akibat kecelakaan tunggal ini, mobil yang mengangkut enam penumpang ini ringsek. Sedang sopir, serta dua korban lain atas nama Diva dan Adri harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang serius.
“Tiga korban lainnya kondisinya hanya luka ringan, meski sempat syok karena mobil yang ditumpangi terbalik,” ungkap mantan Kepala Unit Laka Polsek Patuk ini.
Mustaqim mengimbau kepada pengunjung wisata untuk lebih berhati-hati. Menurut dia, hal ini sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan. “Lebih baik berhati-hati dan tidak ngebut sehingga terhindar kecelakaan. Kondisi jalan memang naik turun dan banyak tikungan yang tajam di kawasan pantai,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Anang Prastawa. Menurut dia, guna mengurangi potensi kecelakaan tidak hanya melalui sosialisasi ketertiban berlalulintas, namun hal tersebut juga butuh partisipasi dari masyarakat untuk menaati peraturan yang berlaku. “Intinya harus berhati-hati dan patuhi segala peraturan yang berlaku,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage