Soal MBG dan Risiko Keracunan, Pemkab Gunungkidul Hanya Monitoring
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Magdalena Diah Utami saat menjadi pembicara pada peringatan Hari AIDS sedunia di Balai Desa Karangrejek, Wonosari, Rabu (5/12/2018). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dapat hidup sehat dan beraktivitas seperti orang normal lainnya. Hal ini disampaikan Magdalena Diah Utami saat menjadi pembicara dalam memperingati Hari AIDS sedunia di Balai Desa Karangrejek, Rabu (5/12/2018).
Menurut dia, penyandang HIV-AIDS sekarang bisa hidup normal. Namun dengan catatan yang bersangkutan harus rutin dan tertib minum obat ARV. “Saya 2007 divonis positif HIV dan anak pertama saya tertular, tapi dengan rutin minum obat bisa tetap sehat sehingga beraktivitas seperti orang normal,” kata Magdalena kepada wartawan, Rabu.
Menurut dia, dengan patuh minum obat maka daya tahan tubuh penderita bisa tetap terjaga sehingga bisa hidup sehat dan normal. “Saya mengalami sendiri dengan rutin minum obat bisa sehat dan anak kedua lahir negative HIV. Saya juga alami sendiri, bagaimana suami [juga positif HIV] saya meninggal dunia di 2015 karena berhenti minum obat,” tuturnya.
Permasalahan yang dihadapi para penderita pada saat ini bukan obat untuk penyembuhan. Namun lebih pada stigma negative dari masyarakat. Ia mengakui, di awal vonis sempat frustasi dan ingin menyembunyikan apa yang diderita. Namun di sadar hal tersebut tidak menyelesaikan masalah sehingga mau terbuka.
“Saya akhirnya mengaku pada orang tua bahwa saya positif dan mereka merangkul saya memberikan dukungan agar bisa bangkit. Dukungan inilah menjadi modal penting untuk bisa bangkit. “Tantangan terbesar adalah pandangan miring dari masyarakat dan ini menjadi masalah karena akan memperburuk kondisi penderita,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, untuk lawayanan HIV-AIDS, pemkab sudah menyediakan dua tempat. Yakni di RSUD Wonosari dan Puskesmas 1 Ponjong. Menurut dia, para penderita bisa mengakses dua fasilitas ini untuk bisa tetap sehat sehingga dapat beraktivitas seperti biasa. “Semua layanan diberikan gratis,” katanya.
Dia menambahkan, dengan mengakses layanan ini maka para penderita dapat hidup normal meski telah divonis sebagai ODHA. “Kuncinya rutin minum obat ARV,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20