Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Mantan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (tengah) memberikan kartu debit BNI 46 untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial di Jl. Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (23/82017)./Harian Jogja-Gigih M.Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA- Skema penghitungan besaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun depan diubah. Perubahan skema tersebut berdampak pada perubahan nilai bantuan yang diterima keluarga sasaran.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Jogja Irianto Edy Purnomo mengatakan nilai bantuan PKH yang diberikan dihitung berdasarkan komponen indikator sesuai kondisi keluarga penerima.
“Kondisi penerima program kan berbeda-beda, akan disesuaikan dengan komponennya. Nantinya, besaran bantuan akan disesuaikan dengan komponen apa saja yang ada di setiap keluarga penerima,” katanya, Senin (17/12/2018).
Hanya saja, ada nilai dasar yang sama dan diterima oleh setiap PKH. Mereka berhak mendapatkan bantuan tetap sebesar Rp550.000 per tahun. Tambahan nilai bantuan akan disesuaikan dengan komponen di masing-masing keluarga.
Misalnya, jika keluarga tersebut memiliki ibu hamil maka bantuan akan ditambah Rp2,4 juta per tahun, atau ada anak yang masih bersekolah maka akan ditambah Rp900.000 per tahun untuk SD; Rp1,5 juta per tahun untuk SMP dan Rp2 juta per tahun untuk SMA.
“Selain itu, ada komponen-komponen lain, setiap komponen akan mempengaruhi besaran bantuan yang diterima peserta PKH. Artinya, dana yang diterima tiap-tiap PKH berbeda sesuai komponen yang ada dalam keluarga,” katanya.
Dengan demikian, peserta PKH tidak lagi yang menerima bantuan dengan nilai sama Rp1,89 juta per tahun atau Rp2 juta pertahun jika ada lansia dan difabel sebagaimana yang dilakukan tahun ini. "Pemberian bantuan tetap akan dilakukan dalam empat tahap atau tiap tiga bulan sekali dengan cara nontunai," katanya.
Sayangnya, sampai saat ini petugas pendamping di lapangan belum bisa menyampaikan sosialisasi secara detail mengenai rencana perubahan skema penghitungan bantuan PKH karena belum ada petunjuk teknis dari pusat yang bisa dijadikan acuan. "Di Kota Jogja jumlah penerima bantuan PKH berkurang. Hingga saat ini tercatat sebanyak 12.178 penerima bantuan dari sebelumnya sekitar 12.250 penerima bantuan," katanya.
Berkurangnya jumlah penerima bantuan PKH disebabkan beberapa faktor di antaranya, tidak ada lagi komponen tanggungan keluarga yang dimiliki penerima PKH, seperti tidak ada lagi anak yang bersekolah atau keluarga tersebut tidak lagi masuk dalam kategori keluarga miskin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.