Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Bulevar di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Senin (17/9/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak dua proyek pembangunan kawasan pedestrian di Jalan Suroto dan sisi barat Malioboro akan diresmikan pada Jumat (21/12/2018) malam. Peresmian dua ikon baru Jogja itu rencananya bakal dilakukan langsung oleh Gubernur DIY Sultan HB X.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan keberadaan pedestrian baru baik di jalan Suroto maupun sisi barat Malioboro bakal menambah daya pikat wisatawan ketika berkunjung ke Jogja. "Setelah diresmikan, wisatawan nantinya bisa leluasa menikmati suasana baru di kedua lokasi. Kami akan resmikan 21 Desember besok," katanya, Rabu (19/12/2018).
Heroe mengakui jika kawasan legendaris Malioboro tetap akan menjadi daya pikat bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Terlebih saat ini wajah Malioboro tampil berbeda di mana bagian kanan dan kirinya sepenuhnya difungsikan untuk pedestarian.Malioboro akan nyaman dikunjungi baik siang hingga malam.
Tak hanya itu, lanjut Heroe, keberadaan kawasan pedestarian lainnya seperti di Jalan Suroto, Kotabaru juga bisa menjadi alternatif wisata bagi para wisatawan. "Kami sudah menyiapkan tempat-tempat wisata bagi wisatawan yang berkunjung pada akhir tahun ini. Termasuk kampung-kampung wisatanya," katanya.
Selain itu, ada Taman Pintar yang dinilai juga bisa menjadi alternatif wisata yang layak dikunjungi wisatawan. Pemkot, kata Heroe, sudah menyiapkan papan-papan informasi kepada para pengunjung terkait wisata Jogja. "Tahun depan, kami akan lakukan penataan di sirip-sirip jalan Malioboro. Ini sebagai kelanjutan proyek," katanya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Umi Akhsanti mengatakan peresmian pedestrian baru tersebut akan dilakukan pada Jumat (21/11) malam. Dia mengatakan progres pembangunan kawasan pedestarian Suroto di Kotabaru tercapai 100%.
"Ini kemajuan karena proyek pedestrian selesai sebelum target selesai. Targetnya kan 23 Desember, tapi selesai sebelum itu," ucap dia.
Seusai diresmikan, Umi masih belum mau membeberkan organisasi perangkat daerah mana yang akan mengelola kawasan tersebut. "Apakah Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan atau Kecamatan Gondokusuman? Saya tak bisa jawab. Soal pengelolaan bukan kapasitas saya menjawab," katanya.
Setelah menyelesaikan proyek pembangunan pedestrian jalan Suroto tersebut, tahun depan Pemkot akan melanjutkan penataan di kawasan Jalan Sudirman. Akan tetapi waktu pelaksanaan proyek masih belum bisa ditentukan. "Untuk info detail belum kami publish," ujarnya.
Sekadar diketahui, kawasan pedestarian Jalan Suroto akan diresmikan besok menggunakan Dana Keistimewaan sebesar Rp9,5 miliar. Dana tersebut di luar anggaran penataan taman di tengah jalan (bulevar) yang ditopang oleh Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp1,92 miliar. Di sepanjang jalan dan bulevar terdapat 40 buah kursi yang dipasang berjejer.
Tak hanya itu, Pemkot juga memasang tiang-tiang lampu sebanyak 20 buah yang didesain unik di sepanjang jalan tersebut. Tiang listrik berciri khas indies tersebut selain dipasang di sirip-sirip jalan Suroto juga dipasang di bulevar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Cek jadwal KSPN Jogja Selasa 25 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View, Pantai Drini dan Pantai Parangtritis, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menhut dan Menteri LH tak hadir dalam rapat karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 25 Agustus 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.