Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Pengendara Sepeda Motor saat terjebak macet di Pertigaan Maguwo, Sabtu (22/12/2018). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA- Wisatawan keluarga yang menggunakan armada mandiri, diimbau mencari lokasi parkir di wilayah pinggiran. Untuk menjangkau pusat kota wisatawan bisa memanfaatkan moda transportasi umum seperti taksi atau Bus Trans Jogja.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja Wirawan Haryo Yudho menanggapi tingginya volume kendaraan selama musim libur akhir tahun ini. Imbauan tersebut disampaikan karena kapasitas parkir di pusat kota sangat terbatas dan tidak mampu menampung semua kendaraan.
"Ini untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan bermotor selama musim liburan ini," katanya, Sabtu (22/12/2018).
Diakuinya, hingga kini Dishub belum dapat menerapkan ketentuan larangan bus-bus pariwisata masuk kawasan kota. Itu dikarenakan banyak faktor, salah satunya hingga kini daya dukung untuk menerapkan kebijakan tersebut belum memadai. Misalnya ketersediaan shelter bus dan kendaraan hub untuk mengangkut wisatawan yang belum memadai.
"Sementara ini kami meminta para bus pariwisata untuk arif dalam berkendara karena bus-bus wisata ini turut menyumbang kepadatan arus lalu lintas di perkotaan," katanya.
Dia menjelaskan setiap musim liburan sekolah bus pariwisata dengan jumlah rombongan selalu memadati wilayah Jogja. Padahal kapasitas jalan di Kota Jogja sangat terbatas. Praktis jika kendaraan-kendaraan berdimensi besar masuk kota akan menambah beban lalu lintas. "Kearifan dalam berkendara ini sangat dibutuhkan agar kepadatan bisa mudah terurai," jelasnya.
Salah satu kendala yang kerap ditemui, katanya, rombongan bus pariwisata tidak mau perjalanannya terputus. Baik pengemudi maupun para penumpang seakan enggan terpisah. Akibatnya, pada ruas jalan yang jarak antar traffic light terlalu dekat, kerap mengalami kepadatan kendaraan.
"Selain dibutuhkan pengertian dari pengemudi bus pariwisata, kami bedakan jalur bus pariwisata yang memiliki tujuan di pusat kota seperti Kraton, Malioboro maupun Taman Pintar," katanya.
Misalnya, bus dimasukan melewati Jalan Kusumanegara kemudian dikeluarkan ke arah Jalan Brigjend Katamso atau lainnya. "Jangan sampai masuk dan keluarnya di jalur yang sama," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.