Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Pantai Krakal, Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Isu gelombang tinggi dan tsunami di Selat Sunda berpengaruh terhadap kunjungan ke destinasi pantai di Gunungkidul. Hal ini terlihat dari tingkat keterisian penginapan di kawasan pesisir.
Pemilik penginapan Royal Joglo di kawasan Pantai Krakal, Cahyo Susanto. Menurut dia, bencana di Selat Sunda memberikan pengaruh yang signifikan kunjungan. Salah satunya terhadap tingkat keterisian penginapan. Ia mengakui, di akhir tahun sudah ada pemesanan untuk menginap, tapi ada pembatalan. Meski tidak semua melakukan pembatalan, persentase pembatalan mencapai 20%.
“Memang terkena imbasnya, apalagi ini juga ada potensi gelombang tinggi. Saya mencatat ada pengunjung yang awalnya memesan kamar dan akhirnya melakukan pembatalan,” kata Cahyo kepada Harianjogja.com, Jumat (28/12/2018).
Menurut dia, dampak dari tsunami dan gelombang tinggi tidak hanya ke penginapan, namun jumlah kunjungan juga terkena imbasnya. “Biasanya akhir tahun ramai, tapi ini sepi,” ungkapnya.
Cahyo pun berharap agar kondisi segera normal sehingga pariwasata di Gunungkidul dapat terus berkembang. “Kalau ramai, tentu penginapan saya ikut merasakan dampak positifnya. Tapi, kalau sepi pasti juga terkena imbas yang sama,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua PHRI Gunungkidul Karnila Sari. Menurut dia, musibah di Selat Sunda memberikan pengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Gunungkidul. “Saya sudah berbicara dengan pelaku wisata dan memang ada penurunan,” katanya.
Menurut dia, penurunan didominasi oleh pengunjung dari kalangan pribadi. Sedang untuk agen travel tetap berkujung ke kawasan pantai. “Memang tetap datang, tapi diimbau untuk berhati-hati,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.