Talut di Ponjong Gunungkidul Longsor Usai Diguyur Hujan Berhari-hari

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Kamis, 03 Januari 2019 16:52 WIB
Talut di Ponjong Gunungkidul Longsor Usai Diguyur Hujan Berhari-hari

Talut jalan di Dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong yang mengalami longsor, Kamis (3/1/2018)./Ist-BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Diduga terdampak hujan lebat, sebuah talut jalan di Dusun Blimbing, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong mengalami longsor, Kamis (3/1/2019).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan longsor terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Kurang lebih tanah sepanjang 15 meter mengalami ambles sedalam lima meter.

“Dimungkinkan karena hujan lebat selama beberapa hari, kemudian tanah menjadi labil dan akhirnya terjadi longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Edy, Kamis (3/1/2018).

Meski begitu kejadian tersebut membuat kerugian materi sekitar Rp5 juta. Kecamatan Ponjong dikatakannya memang menjadi salah satu kecamatan yang rawan terjadi longsor karena kondisi geografisnya. Selain juga enam kecamatan lainnya seperti di Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, Patuk dan Purwosari.

Edy juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. “Jika hujan lebat terjadi selama dua jam atau lebih, potensi longsor semakin tinggi. Untuk warga yang berada di sekitar lokasi rawan ada baiknya untuk berlindung ketempat lebih aman,” ujarnya.

Selain itu untuk meminimalisir korban dalam sebuah bencana. BPBD Gunungkidul juga terus melakukan penguatan pada desa-desa untuk mengantisipasi bencana, dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Saat ini sendiri sudah ada 47 desa yang masuk kategori Destana, dan pada tahun ini rencananya aka nada empat lagi dari dana Kabupaten. “Untuk provinsi belum tahu tahun ini berapa, namun untuk sekolah tangguh bencana kabarnya ada lima,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Dusun Blimbing, Catur Nugroho mengatakan, sedikitnya ada tiga rumah dengan jumlah 12 jiwa berada disekitar lokasi longsor. Namun, jarak longsor sampai dengan rumah masih cukup jauh.

“Lokasi longsor tersebut tidak jauh berbeda dengan longsor yang pernah terjadi pada 2015 lalu. Lokasi itu pernah longsor sebelumnya,” katanya.

Meski masih terbilang aman longsor ini karena jauh dari pemukiman warga, namun tempat atau akses jalan tersebut juga merupakan penghubung dua RT. “Untuk motor masih aman, mobil mungkin ya perlu hati-hati,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online