BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi toko modern./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mengecek informasi adanya toko modern yang membuka usaha rangkap toko dan kafe. Peninjauan dilakukan berdasarkan aduan dari masyarakat.
Kepala Disperindag Sleman, Tri Endah Yitnani, mengatakan pada Rabu (2/1/2019) jajarannya mengecek adanya toko modern di Jalan Kaliurang yang membuka usaha toko dan kafe. "Kafe seharusnya memiliki izin kafe tersendiri. Kalau rangkap usaha seperti itu tidak sesuai dengan pengertian toko modern yang ada di dalam peraturan daerah [perda]," ujarnya, Kamis (3/1/2019).
Menurut Tri Endah, dalam pemeriksaan di lapangan praktik seperti itu kerap kali ada. Namun jajarannya berencana terus memantau khususnya terkait dengan perizinan yang dianggap berbeda. "Masih kami analisis, setelah jelas baru diambil langkah. Kami juga berkoordinasikan dengan pihak terkait seperti Dinas Pariwisata dan Bagian Perizinan Setda Sleman," kata Endah.
Endah mengaku untuk pengawasan toko modern jajarannya memantau dua kali dalam setahun. Namun apabila ada laporan dari masyarakat Disperindag langsung terjun ke lapangan.
Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman, Hempri Suyatna, mengatakan keberadaan toko modern yang berdiri merangkap dengan kafe banyak ditemukan di Sleman. "Perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak menjamur, sebab kalau sudah terlanjur menjamur justru membuat repot," kata Hempri, Kamis.
Hempri mengatakan toko modern yang sudah berdiri merangkap kafe izinnya tidak disertai izin mendirikan kafe. Padahal menurutnya, izin mendirikan toko modern dengan kafe berbeda.
Ia mengatakan, dengan menjamurnya toko modern yang berdiri merangkap kafe semakin menyulitkan keberadaan pasar rakyat. Ia meminta agar Pemkab bisa mengambil tindakan tegas bahkan sampai pada upaya penertiban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
iPhone Fold disebut baru meluncur September 2026, sementara Huawei, Vivo, Oppo, dan Honor lebih dulu memanaskan pasar HP lipat layar lebar.
Arab Saudi melalui PIF resmi menjadi sponsor Piala Dunia 2026 dan memperkuat pengaruhnya di sepak bola global.
Kebiasaan langsung cek ponsel saat bangun tidur bisa menjadi tanda kecanduan digital yang berdampak pada kesehatan mental dan fokus.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.