Sektor Pariwisata Gunungkidul Efektif Turunkan Angka Kemiskinan
Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono (kiri) menerima kunjungan dari jajaran Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul di kantor Harian Jogja, Selasa (15/1/2019).
Supriyanto selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul mengatakan sektor pariwisata Gunungkidul pada saat ini sedang booming, terutama untuk kawasan pantainya. Kondisi itu membuat masyarakat ikut kecipratan imbasnya.
Banyak warga yang kemudian membuka usaha kuliner, kerajinan untuk cindera mata, dan masih banyak lagi. "Pariwisata menjadi sangat efektif dalam membangun kesejahteraan masyarakat di Gunungkidul," katanya saat berkunjung ke kantor Harian Jogja, Selasa (15/1).
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Gunungkidul membuat angka kemiskinan turun sebesar 1,63%, kendati saat ini angka kemiskinan Gunungkidul masih di angka 17,12% dan masih di atas rata-rata nasional.
Namun Supriyanto menjelaskan bahwa sebenarnya kemiskinan di Gunungkidul tidak absolut karena indikator kemiskinan yaitu salah satunya dari tingkat konsumsi tidak bisa sesuai dengan kondisi warga. "Warga kebiasaan pagi enggak sarapan, sayur dan ikan sudah punya sendiri dan enggak beli. Beras juga. Jadi indikatornya tidak memperhatikan bahwa mereka tidak bergaya hidup konsumtif," katanya.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono menjelaskan Harian Jogja sudah berkomitmen untuk mengangkat potensi yang ada di setiap daerah di DIY. Khusus di Gunungkidul, ia meyakini industri yang paling maju dan berhasil mengangkat ekonomi masyarakat bumi handayani adalah pariwisata.
"Beberapa kali kami sudah bekerja sama dengan pihak-pihak di Gunungkidul seperti Dinas Pariwisata. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi," katanya.
Anton melihat kualitas obyek wisata di Gunungkidul tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja dari sisi biaya masuk ke obyek wisata masih sangat murah. "Bayar Rp10.000 sudah bisa masuk ke beberapa pantai. Di Pantai Pandawa Bali saja bisa sampai Rp30.000 atau Rp40.000," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share