Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 13 September 2026 19:57 WIB
Geopark Gunungsewu Akan Dinilai Lagi UNESCO, Ini Persiapan Gunungkidul

Seorang pengendara motor melintas di ikon simpang Nglanggeran yang menjadi bagian dari geosite Geopark Gunungsewu di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk. Foto diambil 3 Agustus 2026. /Harian Jogja-David Kurniawan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mulai berbenah menghadapi revalidasi kepesertaan Geopark Gunungsewu dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) yang akan berlangsung pada 2027. Sejumlah catatan dari hasil validasi UNESCO pada 2023 menjadi salah satu fokus perbaikan yang dilakukan bersama pemerintah daerah lain di kawasan Gunungsewu.

Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanta, mengatakan revalidasi kepesertaan UGG dilaksanakan setiap empat tahun sekali.

Sesuai ketentuan tersebut, kepesertaan Geopark Gunungsewu dalam jaringan UNESCO akan kembali ditinjau pada tahun depan. Sebelum memasuki tahapan penilaian, prosesnya akan diawali dengan pra-revalidasi yang dilaksanakan tahun ini.

“Status UGG pertama kali diraih di 2015 lalu dan telah dilakukan revalidasi di 2019 dan 2023. Tahun depan merupakan penilaian ulang yang ketiga untuk status UGG Geopark Gunungsewu. Sebelum penilaian dilakukan akan diawali dengan pra revalidasi yang dilaksanakan tahun ini,” kata Supriyanta, Ahad (13/9/2026).

Catatan UNESCO Jadi Fokus Pembenahan

Supriyanta mengatakan tim asesor UNESCO memberikan sejumlah catatan dalam proses validasi ulang pada 2023. Pembenahan atas catatan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkab Gunungkidul.

Perbaikan juga melibatkan Pemkab Wonogiri dan Pemkab Pacitan serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Kolaborasi tersebut diperlukan karena kawasan Geopark Gunungsewu berada di tiga kabupaten yang terletak di tiga provinsi.

“Geopark Gunungsewu membentang dari Gunungkidul, Wonogiri hingga Pacitan. Makanya, kerja sama antara tiga pemkab dan tiga provinsi terus diperkuat untuk menyukseskan validasi ulang kepesertaan UGG,” ungkapnya.

Salah satu pembenahan dilakukan berkaitan dengan dokumen Masterplan Rencana Induk Geopark Gunungsewu. Di Gunungkidul, perbaikan tersebut diwujudkan melalui pembuatan papan informasi dan panel di 11 geosite serta dua biosite pada tahun lalu.

Pemkab Gunungkidul juga membangun papan informasi petunjuk arah di Tugu Selamat Datang pada perbatasan Gunungkidul-Klaten, tepatnya di Padukuhan Jentir, Sambirejo, Ngawen.

“Kita juga sedang menyusun intenary dan kelengkapan dokumen untuk laporan Geopark,” katanya.

Revalidasi UGG Gunungsewu Berlangsung 2027

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan pemkab berkomitmen mempertahankan status UGG Geopark Gunungsewu. Status tersebut akan kembali divalidasi kepesertaannya pada 2027.

Menurut dia, hasil validasi ulang pada 2023 menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Beberapa di antaranya berkaitan dengan boundaries, visibility, infrastructure dan facilities.

Catatan lainnya mencakup aspek geotourism, sustainable development, partnership hingga networking. Berbagai poin tersebut menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti sebelum proses revalidasi berikutnya.

“Poin penting dalam tindaklanjut mengenai peningkatan kapasitas dan pemahaman pengelola berkaitan dengan geopark. Tentunya dengan perbaikan-perbaikan ini, maka status UGG dapat dipertahankan dengan baik,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online