Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Fenomena skill sopir truk oleng di Pantai Goa Cemara, Yogyakarta./Ist- Facebook Tiara Tifana
Harianjogja.com, BANTUL -Komunitas sopir truk yang tergabung dan Truk Mania Jogja (TMJ) menyatakan aksi truk melaju zig-zag bersama atau dikenal Kapten Oleng tidak ada dalam agenda komunitas. Aksi itu merupakan inisiatif pribadi sopir.
"Dalam acara di Pantai Goa Cemara tidak ada acara trip oleng," kata Noor Kholik, salah satu anggota TMJ pusat saat dihubungi Selasa (22/1/2019).
Selain anggota TMJ, Noor Kholik juga sebaai penasehat dalam acara Universary Truk Mania Jogja di Pantai Goa Cemara, Srigading, Sanden, Bantul, pasa Minggu (20/1/2019) sore.
Ia mengatakan acara di Pantai Goa Cemara yang diikuti sekitar 300an sopir truk itu merupakan acara pertemuan biasa antar pengemudi truk di wilayah DIY. Acara tersebut juga sudah mendapat izin dari kepolisian, bahkan mendapat pengawalan dari polisi.
Acara berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Masing-masing sopir truk pulang. Noor Kholik tidak tahu jika dalam perjalanan pulang ada sopir truk yang melakukan aksi Kapten Oleng. "Itu murni aksi pribadi sopir, di luar instruksi komunitas," ujar Noor Kholik.
Senada, anggota TMJ wilayah Bantul yang menurusi perizinan Universary Trukmania Joja, Saiful Bustan mengatakan tidak ada agenda Kapten Oleng dalam acara tersebut. Pihaknya bahkan sudah mewanti-wanti agar saat konvoi untuk tidak melakukan aksi Kapten Oleng. "Dalam acara sudah diimbau jangan melakukan aksi Kapten Oleng," kata Ipul-sapaan akrab Saiful Bustan.
Ia menduga aksi Kapten Oleng yang dilakukan Muhammad Faizal hingga mengakibatkan kecelakaan tidak murni dari sopir truk, namun juga karena permintaan warga yang menonton.
Menurut dia, saat mengadakan acara sepanjan jalan banyak warga yang menonton. Tidak sedikit penonton yang meminta sopir truk berjalan oleng kemudian direkam melalui telepon selular yang kemudian diunggah di media sosial.
Dengan fenomena tersebut, sopir truk terpancing untuk melakukan aksi Kapten Oleng. "Kalau dalam bahasa jawanya sopirnya aleman karena banyak penonton," ujar Ipul.
Kendati demikian, ia menegaskan komunitasnya melarang aksi Kapten Oleng karena dampaknya berbahaya bagi diri sopir truk maupun pengguna jalan lain. Ipul mengimbau agar semua sopir truk tetap mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas demi keamanan dan keselamatan di jalan.
Disinggung soal bantuan hukum, Ipul mengaku sebagai sesama komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi anggota komunitas yang berhadapan dengan hukum, meski pendampingan tersebut hanya dukungan moral. Sementara soal kunjungan ke keluarga korban, Ipul menyatakan komunitas TMJ akan berkumpul kembali hari ini untuk menentukan langkah atas kejadian kecelakaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.