Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Foto ilustrasi. /Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Berdasarkan survei Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kulonprogo pada 2018, mayoritas perpustakaan desa (perpusdes) tergolong kurang baik. Dari 87 desa dan satu kelurahan, cuma tiga perpusdes yang berkategori A alias baik.
Ketiga perpusdes itu yakni Perpusdes Swapustaka di Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap; Tunas Bangsa, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo dan Sidodadi, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap. Ketiga perpusdes ini dinilai telah memenuhi tujuh kriteria mulai dari gedung, komputer, akses Internet, koleksi buku, tenaga pengelola, jam layanan serta anggaran. Ketiga perpusdes tersebut meraih skor tertinggi, yaitu 19.
Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kulonprogo Sarjana mengatakan secara keseluruhan perpusdes di Kulonprogo sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, belum semua perpusdes memenuhi tujuh kriteria penilaian.
Umumnya yang kurang baik yakni sarana fisik seperti gedung dan keterlibatan pemerintah desa (pemdde) dalam mengalokasikan anggaran untuk pemenuhan sarana prasarana perpusdes. “Setidaknya 57 persen pemdes belum fokus menganggarkan dana desa untuk perpusdes,” ungkapnya, Rabu (23/1/2019).
Survei ini juga mencatat tiga perpusdes dengan penilaian terendah, yakni Perpusdes Sumber Ilmu di Desa Banaran, Kecamatan Galur; Mekar Sari di Desa Bendungan, Kecamatan Wates, dan Brankid Library, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan.
Mereka dinilai rendah dengan penyebab berbeda. Untuk Perpusdes Sumber Ilmu belum memiliki gedung mandiri dan masih bergabung dengan perpus sekolah. Selain itu, perpusdes tersebut belum mendapatkan anggaran dari pemdes. Hal serupa juga dialami Perpusdes Mekarsari. Bangunan perpusdes ini ditempatkan di masjid.
Untuk Brankid Library tidak memiliki catatan khusus. Namun, perolehan skornya sama dengan Perpusdes Mekarsari yang hanya berjumlah tujuh. Hal ini jauh dari skor yang didapatkan tiga perpusdes berkategori A.
Kepala Disperpusip Kulonprogo Agus Santosa menuturkan perpusdes merupakan media awal peningkatan minat baca masyarakat. Karena itu, peran serta pemerintah desa dalam mengembangkan perpusdes perlu lebih ditingkatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.