PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Waketum DPP PBB MS Ka\'ban yang menghadiri Deklarasi Dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pakualaman, Jumat (25/1/2019). Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA--Ratusan kader Partai Bulan Bintang (PBB) DIY menentukan sikap politiknya terkait dukungan calon presiden pada Pemilu 2019. Partai besutan Prof Yusril Ihza Mahendra ini mendeklarasikan dukungan kepada Paslon nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Ketua DPW PBB DIY RAy. Sitoresmi Prabuningat mengatakan perjalanan politik PBB di era reformasi memunculkan loyalitas dukungan terhadap partai. Meskipun jumlah dukungan tersebut tidak bisa melahirkan wakil-wakil secara nasional akibat kebijakan parlementary threshold.
"Tidak ada wakil di dalamnya [DPR RI], sekalipun demikian saat ini ada ratusan kader yang duduk di lembaga legislatif daerah provinsi maupun kabupaten lewat bendera PBB," katanya di sela-sela Deklarasi Dukungan kepada Prabowo-Sandi di Pakualaman, Jumat (25/1/2019).
Menurutnya, calon presiden pada Pemilu 2019 hanya dua Paslon sehingga sikap politik harus mudah ditentukan. Untuk menentukan pilihan politik harus segera ditunaikan. Alasannya, penundaan deklarasi hanya membawa ketidakpastian yang semakin dalam.
"Itu bagian dari subhat dan harus dihindari. Bagaimanapun penentuan sikap politik akan bijak dan rasional sesuai dengan aspirasi di daerah. Maka dengan ini kami mendukung Capres Prabowo-Sandi berdasarkan dinamika loyalitas dan semangat para kader," katanya.
Dia menilai, meskipun keputusan tersebut berbeda dengan keputusan Ketua Umum DPP PBB Prof Yusril hal itu juga belum diputuskan. "Kamis mendatang kami akan lakukan Rakornas untuk menentukan sikap resmi dari DPP. Keputusan Pak Yusril belum tentu diterima secara bulat oleh seluruh DPW," katanya.
Waketum DPP PBB MS Ka\'ban yang menghadiri deklarasi tersebut mengatakan pilihan politik tersebut tidak lepas dari keputusan ulama Islam untuk menjawab tantangan yang terjadi. PBB terus membela kepentingan umat Islam dan bersama kekuatan Islam.
"Kalau menyimpang berarti keluar dari fitrahnya, makanya pilihan politik yang diberikan untuk mendukung Prabowo-Sandi. Mari bismillah kita melangkah dengan keputusan ini. Apapun hasilnya nanti, kembalikan kepada Allah," katanya.
Negara, kata Ka\'ban, berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, keputusan itu merupakan kegiatan seluruh lapisan masyarakat untuk membangun bangsa. "Sayangnya, ada partai politik yang muncul untuk mengubah itu. Menolak Perda Syariah. Itu siapa? Mari rapatkan barisan untuk mendukung perjuangan umat Islam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Monyet dari Suaka Margasatwa Sermo mulai masuk permukiman Hargowilis. Warga khawatir satwa kesulitan mendapat pakan alami.
Pansus Papua DPD RI merekomendasikan evaluasi pendekatan keamanan di Maybrat agar warga tetap aman dan leluasa beraktivitas.
Cleansing LBS Sleman untuk proyek kereta gantung Prambanan rampung. Pemrakarsa kini bisa memproses perubahan LSD di Kementerian ATR/BPN.
Kemenpar mengandalkan gastronomi untuk mengejar target 16–17 juta wisman 2026. Kunjungan Januari–Juli mencapai 8,97 juta.
Sebanyak 630 personel TNI-Polri dan 321 Linmas disiapkan untuk mengamankan Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul.