DPAD DIY Minta Orang Tua Maksimalkan Waktu untuk Anak

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Rabu, 30 Januari 2019 11:00 WIB
DPAD DIY Minta Orang Tua Maksimalkan Waktu untuk Anak

Kepala DPAD DIY Monika Nur Listiyani memberikan sambutan dalam bedah buku yang digelar di Balai Desa Nomporejo, Kecamatan Galur, Selasa (29/1/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Saat Berharga untuk Anak Kita di Balai Desa Nomporejo, Kecamatan Galur, Selasa (29/1/2019). Dengan bedah buku tersebut, diharapkan orang tua bisa memahami pola asuh pada anak dan mendorong orang tua bisa memanfaatkan waktu bersama anak.

Kepala DPAD DIY Monika Nur Listiyani mengatakan kantornya menargetkan bedah buku di tahun ini sebanyak 60 kali di tiap desa. Sementara tahun lalu Dispar DIY sudah menggelar bedah buku sebanyak 48 kali.

Melalui bedah buku berjudul Saat Berharga untuk Anak Kita, Monika berharap masyarakat bisa memahami dengan baik makna mendidik anaknya. “Buku ini mengajarkan bagaimana orang tua berperan dalam mendidik anaknya. Harapannya ke depan ibu-ibu yang hadir dalam bedah buku ini faham betul bagaimana mendidik anak,” ujarnya, Selasa.

Sasaran dalam bedah buku yang digelar DPAD DIY yaitu masyarakat di desa. Monika mendorong agar masyarakat bisa memanfaatkan adanya perpustakaan di desa untuk mendapatkan informasi ataupun pembelajaran. Semua desa di DIY ada 438 desa dan semuanya dibantu DPAD DIY mendirikan perpustakaan. Harapannya di desa tidak mempunyai kesulitan dalam mengakses buku.

Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY Nur Sasmito mengungkapkan dengan bedah buku yang digelar DPAD DIY tersebut, bisa menjadikan ajang saling belajar bagi warga. Ia juga berharap agar masyarakat bisa menerapkan hasil dari bedah buku tersebut dan tidak hanya sekadar teori. Dengan pola asuh yang baik pada anak, akan menghindarkan anak-anak pada perilaku yang menyimpang.

Penulis buku Saat Berharga untuk Anak Kita, Mohamad Fauzul Adhim, mengatakan anak-anak membutuhkan perhatian dari orang tuanya agar tidak lari pada perhatian lainnya yang negatif. “Masa kecilnya anak itu tidak lama. Makanya manfaatkan masa-masa kecil anak. Di saat itu anak membutuhkan perhatian orang tuanya. Dampingi mereka, biasanya anak senang diajak ngobrol,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online