Proyek Dimulai 6 Februari, Ini Rincian Pekerjaan di Jalan Gito-Gati Sleman

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 30 Januari 2019 07:57 WIB
Proyek Dimulai 6 Februari, Ini Rincian Pekerjaan di Jalan Gito-Gati Sleman

Rekayasa lalu lintas selama penuutupan Jalan Gito-Gati Sleman. /Ist-Dok

Harianjogja.com, JOGJA- Proyek perbaikan jalan Gito-gati (Denggung-Wonorejo) di wilayah Sleman akan dimulai pada 6 Februari mendatang. Selama proyek digelar, arus lalulintas dan kendaraan bermotor yang melewati jalan tersebut dialihkan.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Bambang Sugaib mengatakan perbaikan jalan tersebut juga diikuti dengan pembangunan empat jembatan. Mulai jembatan Denggung, Tlacap, Tambakrejo hingga Gondangglegi.

"Keempat jembatan tersebut kami targetkan selesai dibangun antara Mei dan Juli," katanya saat jumpa pers di Ruang Binamarga DPUP-ESDM DIY, Selasa (29/1/2019).

Pengerjaan jembatan Tambakrejo dan Gondanglegi waktu pelaksanaan 120 hari hingga 27 Mei. Jembatan Tambakrejo yang dibangun bentangnya 6,00 meter dan lebar 1,25 meter sementara Jembatan Gondanglegi dengan bentang 5,00 meter dan lebar 1,25 meter.

Jembatan Denggung dan Tlacap jangka waktu pelaksanaan selama 180 hari hingga 26 Juli tahun ini. Bentang Jembatan Denggung yang dibangun 18,50 meter dan lebar 1,30 meter. Adapun Tlacap bentang jembatannya 14,00 meter dan lebar 1,39 meter.

Agar tidak menggangu pelaksana proyek, DPUP-ESDM akan memasang rambu-rambu dan informasi kepada masyarakat agar tidak melewati jalan tersebut. "Kami akan memasang rambu-rambu informasi di sejumlah titik. Ini sebagai informasi agar masyarakat tidak melewati jalan tersebut," katanya.

Dia menjelaskan perbaikan jalan Gito-gati dilakukan karena ruas jalan tersebut merupakan jalan propinsi yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi di DIY. Selain itu banyaknya kerusakan yang terjadi seperti pengerasan jalan serta kondisi jembatan yang sudah melebihi umur rencana. Kondisi lalu lintas di kawasan itu pun semakin padat, khususnya saat jam-jam sibuk, pagi dan sore hari.

Lalu lintas harian di kawasan Denggung, lanjut Sugaib, mencapai 30.340 kendaraan sehingga terjadi penundaan trafic light 250 meter sampai dengan Jembatan Denggung, baik kendaraan berat, ringan maupun sepeda motor.

 "Kami mendapatkan tugas untuk peningkatan kapasitas empat jembatan itu karena kondisi jalan yang sudah banyak lubang dan tambalan. Bahkan di kiri dan kanan jalannya banyak akar pohon yang sebagian merusak jalan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online