Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Sejumlah calon peserta PPDB 2018 mengisi formulir untuk mendaftar sekolah, Selasa (3/7/2018).Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Lewat Sistem Informasi (SIM) Pendidikan Karakter Kulonprogo (PendekarKu), Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mencoba memantau perkembangan pendidikan karakter para pelajar di tingkat TK hingga SMP yang telah digaungkan sejak setahun belakangan.
Aplikasi yang baru diluncurkan pada akhir Januari itu memungkinkan seluruh sekolah untuk melaporkan hasil kegiatan siswanya yang menyangkut pendidikan karakter. Antara lain membentuk individu yang menghargai sesama, menumbuhkan integritas, melatih mental dan moral pelajar.
Sistem ini juga melayani laporan khusus, laporan capaian PPK per semester, pengumuman dinas, dan sarana berkirim surat elektronik. "Ini memudahkan pemantauan kami, dan bisa dipantau orang tua dengan mengecek langsung sistem tersebut di website kami, nantinya orang tua bisa melihat perkembangan anak selama di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Sumarsana, Kamis (31/1/2019).
Dikatakan Sumarsana lahirnya SIM PendekarKu tak lepas dari upaya jawatannya untuk mendukung program Smart City yang tahun ini tengah digenjot realisasi konkretnya. Dengan ini diharapkan segala bentuk pelaporan dapat dilakukan secara digital tanpa harus datang langsung ke dinas.
Aplikasi ini bukan tanpa cela. Sumarsana mengakui SIM PendekarKu masih belum sempurna untuk diterapkan ke seluruh sekolah di Kulonprogo. Kendala utama yakni terkait sinyal. Belum semua sekolah di Bumi Menoreh, khususnya yang berlokasi di kawasan blankspot dapat menggunakan aplikasi ini karena proses pelaporan kegiatan siswa dan segala layanan ke dalam sistem kudu menggunakan akses internet.
"Iya, tapi itu memang masih proses, tapi tidak masalah karena nanti tetap mengandalkan pengawas yang ditugaskan membina sejumlah sekolah sekolah untuk terjun langsung, karena kalau sesuai SOP kan pelaporan harus 100 persen, jika ada yang di bawah itu kami cek ke sekolah yang bersangkutan," ucapnya.
Sumarsana menjelaskan pengecekan langsung dari para pengawas ke sekolah dilakukan secara berkala. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan sekolah hanya melaporkan saja tanpa benar-benar mempraktekkan pendidikan karakter.
Terkait dengan masalah sinyal, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan tahun ini pemkab menarget pemasangan fiber optic di seluruh desa yang nantinya juga dapat digunakan sekolah di desa-desa tersebut.
"Sekarang kan kita lagi memasang fiber optic dan seluruh desa sampai akhir 2019 harus sudah memasangnya. Sekarang ini beberapa desa sudah, target saya semua di akhir 2019 dapat menjangkau semuanya termasuk untuk digunakan sekolahan di desa tersebut," kata Hasto sembari menjelaskan pemasangan fiber optic tahun ini sudah terpasang di 12 kecamatan dan tujuh desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.