Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, saat meninjau Bendungan Jowinantang di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo. Selasa (29/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebanyak delapan proyek penunjang proses rehabilitasi intake Kalibawang tengah dikebut pengerjaanya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap produksi padi di Kulonprogo.
Untuk diketahui, pasca dimatikannya jaringan sistem Irigasi Kalibawang yang terdiri dari Kejuron atau Gabungan P3A Papah, Donomulyo Hilir, wilayah Kejuron/GP3A Pekik Jamal Kiri dan Pekik Jamal Kanan, membuat lahan seluas 3.936 hektare di wilayah Kulonprogo tidak mendapat pasokan air.
"Maka dari itu kami akan melakukan percepatan untuk delapan proyek ini agar tidak mengganggu produksi padi," kata Kasi Konservasi Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Kuntarso, Sabtu (2/1/2019).
Ia memaparkan delapan proyek itu yakni pelaksanaan saluran tersier, saluran Drainase Gendong, rehab jembatan Bendung Pekik Jamal, pembangunan jembatan operasional di atas Bendung Papah, rehabilitasi jalan inspeksi, pembangunan terowong satu unit di aluran Sekolan Donomulyo Kanan, saluran Sekolan Monggang dan nornalisasi saluran tanah di Donomulyo
Anak irigasi dari Intake Kalibawang rencannya juga bakal direhabilitasi. Dengan catatan dana yang ada tidak melampaui pagu. "Memang ada usulan dan pihak terkait [merehabilitasi anak irigasi], selama tidak melampau pagu tentu bisa saja dilakukan," ucapnya.
Dikatakan Kuntarso, proyek yang dikerjakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak ini telah berlangsung sejak awal Januari kemarin. Pihaknya berharap proyek ini dapat segera selesai dalam waktu dekat.
Anggota DPRD Kulonprogo Suharmanto mengatakan pemkab harusnya memiliki solusi yang jelas, tidak sekadar memperbaiki irigasi Kalibawang yang imbasnya membuat petani kesulitan saat memasuki masa tanam karena kekurangan air.
Dia memahami pentingnya perbaikan ini mengingat saluran irigasi Kalibawang memiliki tata geografi yang lebih berat dibandingkan saluran irigasi Selokan Mataram (Sleman), dan saluran irigasi Van Der Wijk yang menuju Bantul. Namun perbaikan jangan jadi proyek abadi yang setiap tahun polanya sama, yakni harus menutup dan mematikan saluran irigasi Kalibawang.
"Atas hal itu kami meminta proses penutupan irigasi Kalibawang agar ditinjau kembali karena mempengharuhi hidup petani. Kalau bisa malah membuat bendungan baru dan memanfaatkan air dari Sungai Progo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.