RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Asisten Bidang Pemerintahan Setda Bantul, Sri Ediastuti (Kiri) saat meresmikan pembangunan rumah bersubsidi Nawa Village Bangunjiwo di Balai Desa Bangunjiwo, Kamis (7/2/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul meminta pengembang perumahan untuk memperhatikan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosials (Fasos), karena kedua fasilitas tersebut kerap terabaikan ketika bangunan rumah sudah ditempati penghuni.
"Ada kejadian biasanya ada komplain soal fasum dan fasos," kata Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Bantul, Sri Ediastuti, saat meresmikan pembangunan rumah bersubsidi Nawa Village Bangunjiwo di Balai Desa Bangunjiwo, Kasihan, Kamis (7/2/2019).
Fasum dan fasos seperti jalan, penerangan, drainase, tempat ibadah, tempat bermain, dan ruang terbuka hijau merupakan kewajiban yan harus disediakan pengembang minimal 30% dari luas lahan yang dibangun perumahan. Ediastuti mengatakan fasilitas itu tidak boleh dilupakan dalam pembangunan perumahan.
Tidak hanya fasum dan fasos, namun kualitas bangunan rumah juga harus standar dan layak. Tidak asal bangun meski yang dibangun adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia juga mengingatkan soal perizinan yang harus dipenuhi sebelum proses pembangunan dimulai, "Dari awal sudah saya sampaikan bahwa untuk masalah perizinan harus komplit," ucap Ediastuti.
Lebih jauh, mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) ini mengapresiasi adanya pengembang yang membangun rumah bersubsidi di Bantul, mengingat masih banyak warga Bantul yang belum memiliki tempat tinggal. “Kami tidak hafal berapa jumlahnya, yang pasti masih banyak sehingga adanya rumah MBR sangat membantu masyarakat untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak,” ucapnya.
Komisaris PT. Maro Anugrah Jaya, Hendro Wibowo menambahkan sebanyak 226 rumah bersubsidi yang akan dibangun secara bertahap dan tahap pertama ditarget selesai pada Juli 2019 mendatang dan sudah ada penyerahan kepada pembeli.
Pihaknya juga berkomitmen menjalankan apa yang diminta Pemkab Bantul terkait fasos dan fasum, "Kami tidak ingin dikenal sebagai pengembang yang asal bangun rumah. Kualitas rumah, fasum dan fasos akan kami perhatikan betul," ujar Hendro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.