Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Asisten Bidang Pemerintahan Setda Bantul, Sri Ediastuti (Kiri) saat meresmikan pembangunan rumah bersubsidi Nawa Village Bangunjiwo di Balai Desa Bangunjiwo, Kamis (7/2/2019). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul meminta pengembang perumahan untuk memperhatikan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosials (Fasos), karena kedua fasilitas tersebut kerap terabaikan ketika bangunan rumah sudah ditempati penghuni.
"Ada kejadian biasanya ada komplain soal fasum dan fasos," kata Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Bantul, Sri Ediastuti, saat meresmikan pembangunan rumah bersubsidi Nawa Village Bangunjiwo di Balai Desa Bangunjiwo, Kasihan, Kamis (7/2/2019).
Fasum dan fasos seperti jalan, penerangan, drainase, tempat ibadah, tempat bermain, dan ruang terbuka hijau merupakan kewajiban yan harus disediakan pengembang minimal 30% dari luas lahan yang dibangun perumahan. Ediastuti mengatakan fasilitas itu tidak boleh dilupakan dalam pembangunan perumahan.
Tidak hanya fasum dan fasos, namun kualitas bangunan rumah juga harus standar dan layak. Tidak asal bangun meski yang dibangun adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia juga mengingatkan soal perizinan yang harus dipenuhi sebelum proses pembangunan dimulai, "Dari awal sudah saya sampaikan bahwa untuk masalah perizinan harus komplit," ucap Ediastuti.
Lebih jauh, mantan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) ini mengapresiasi adanya pengembang yang membangun rumah bersubsidi di Bantul, mengingat masih banyak warga Bantul yang belum memiliki tempat tinggal. “Kami tidak hafal berapa jumlahnya, yang pasti masih banyak sehingga adanya rumah MBR sangat membantu masyarakat untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak,” ucapnya.
Komisaris PT. Maro Anugrah Jaya, Hendro Wibowo menambahkan sebanyak 226 rumah bersubsidi yang akan dibangun secara bertahap dan tahap pertama ditarget selesai pada Juli 2019 mendatang dan sudah ada penyerahan kepada pembeli.
Pihaknya juga berkomitmen menjalankan apa yang diminta Pemkab Bantul terkait fasos dan fasum, "Kami tidak ingin dikenal sebagai pengembang yang asal bangun rumah. Kualitas rumah, fasum dan fasos akan kami perhatikan betul," ujar Hendro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.