Gempa NTT 7,7 M: BNPB Catat 53.971 Rumah Rusak
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Petugas Disdukcapil Kabupaten Bantul saat melakukan perekaman e-KTP kepada warga di Mulyodadi, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul pada Jumat (8/2/2019). /Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul melakukan upaya perekaman e-KTP dengan mendatangi rumah warga.
Layanan ini diberikam kepada pemyanfang disabilitas, lanjut usia (lansia) hingga warga yang mengalami keterbelakangan mental. Perekaman tersebut dilakukan setiap hari Jumat.
Menurut catatan Disdukcapil masih ada 44 warga yang harus didatangi langsung ke rumahnya untuk melakukan perekaman. “Sejauh ini pihak kami telah merekam 8 warga, jadi sisa 36 warga lagi yang harus kami rekam langsung di rumahnya,” kata Staf Indentitas Penduduk Disdukcapil Kabupaten Bantul Agus Wardoyo ketika ditemui Harian Jogja saat bertugas di lapangan, Jumat (8/2/2019).
Menurutnya upaya ini dilakukan guna membantu warga yang tidak mampu untuk melakukan perekaman langsung di Kecamatan maupun di kantor dinas Disdukcapil. Sejauh ini kendala yang dialami Agus terdapat pada warga yang keterbelakangan mental dan warga yang sudah lanjut usia.
“Ini kami lakukan kan agar nantinya warga tersebut tidak kesulitan ketika mengurus administrasi kependudukan maupun nanti saat Pemilu di bulan April. Kadang kalau yang udah lansia gitu kami hanya melakukan foto aja, kan sidik jarinya udah nggak bisa lagi buat direkam, kalau yang keterbelakangan mental kami harus minta bantuan keluarganya atau warga sekitar untuk membujuk biar dia mau melakukan perekaman,” katanya.
Agus menambahkan dirinya menargetkan setiap hari Jumat harus ada lima hingga 10 warga yang sudah melakukan perekaman, sehingga akan selesai sebelum Pemilu di April mendatang.
Dua hari setelah melakukan perekaman warga tersebut akan mendapatkan KTP sementara dari Kecamatan. Untuk mendapatkan e-KTP warga harus menunggu sekitar satu hingga dua bulan setelah perekaman yang nantinya bisa diambil di Kecamatan.
Upaya jemput bola Disdukcapil ini mendapatkan respon positif dari warga Kabupaten Bantul. “Kami berterimakasih kepada petugas yang datang ke rumah kami untuk melakukan perekaman, soalnya kalau nggak kayak gini simbah kami nggak mau bikin KTP, kan susah kalau nggak punya KTP," kata Suratini warga Mulyodadi, Bambanglipuro yang salah satu saudaranya melakukan perekaman e-KTP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar panen raya komoditas padi, penyerahan bantuan alat pertanian,
PLTS Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun dengan investasi Rp1,6 triliun dan ditargetkan beroperasi akhir 2027.