Libur Sekolah Momentum Pembenahan SPPG MBG Bantul, IPAL-SLHS Dikebut
Pemkab Bantul memanfaatkan libur sekolah untuk memperbaiki SPPG MBG, termasuk IPAL dan SLHS agar layanan siap saat program kembali berjalan.
Petugas menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bantul mengingatkan warga soal maraknya penipuan yang mengatasnamakan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pelaku kerap meminta data pribadi hingga kode OTP melalui pesan WhatsApp atau telepon, padahal Disdukcapil tidak pernah memberikan layanan IKD melalui pesan pribadi.
Kepala Disdukcapil Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan layanan aktivasi IKD melalui WhatsApp atau pesan pribadi lainnya.
Menurut Kwintarto, pelaku penipuan biasanya menghubungi warga melalui WhatsApp, SMS, atau telepon dengan mengaku sebagai petugas Disdukcapil, lalu menawarkan bantuan aktivasi IKD. Dengan dalih mempermudah proses, pelaku meminta data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), foto KTP, hingga kode OTP yang seharusnya bersifat rahasia.
“Dalam beberapa kasus, pelaku juga mengirimkan tautan atau kode batang (barcode) palsu yang mengarahkan korban ke situs tiruan atau berkas berbahaya untuk mencuri data,” katanya, Senin (17/11/2025).
Kwintarto menyatakan bahwa seluruh layanan aktivasi IKD hanya dilakukan melalui saluran resmi dan tidak pernah meminta kode OTP atau dokumen sensitif melalui pesan pribadi. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan Disdukcapil melalui pesan singkat atau telepon,” ujarnya.
Bagi warga yang sudah terlanjur menjadi korban, laporan dapat disampaikan secara online melalui laman patrolicyber.id. Selain itu, masyarakat juga dapat melapor langsung kepada pihak berwajib atau ke kantor polisi terdekat agar kasusnya segera ditindaklanjuti. Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui jumlah pasti laporan yang sudah masuk terkait dugaan penipuan yang mengatasnamakan layanan tersebut.
Di sisi lain, upaya percepatan aktivasi IKD terus dilakukan Disdukcapil Bantul melalui layanan jemput bola di sejumlah kalurahan. Secara keseluruhan, hingga November ini, total warga Bantul yang telah mengaktifkan IKD mencapai 178.270 jiwa atau 23,40% dari total 760.729 penduduk wajib IKD. Disdukcapil menargetkan angka tersebut terus meningkat seiring perluasan layanan dan edukasi masyarakat.
Kwintarto kembali menekankan bahwa satu-satunya cara aman untuk melakukan aktivasi IKD adalah melalui kanal resmi Disdukcapil, baik di kantor pelayanan, gerai layanan keliling, maupun aplikasi resmi pemerintah. “Jika menerima pesan mencurigakan, segera abaikan dan laporkan. Keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memanfaatkan libur sekolah untuk memperbaiki SPPG MBG, termasuk IPAL dan SLHS agar layanan siap saat program kembali berjalan.
Meksiko vs Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026. El Tri sempurna 3 kemenangan tanpa kebobolan, sementara Ekuador baru menjungkalkan Jerman. Saksikan!
Penembakan terjadi di kawasan nobar Piala Dunia di San Pedro Square, California. Satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka serius.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jepang 2-1 berkat gol Gabriel Martinelli pada menit 90+6.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.