Di Balik Ratusan Selang, Ada Lelah dan Harapan Warga Kalidadap
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Pasar Bantul. Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bantul dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang kerap bocor dan menurun kualitasnya akibat usia bangunan yang sudah puluhan tahun. Kondisi ini membuat aktivitas pedagang dan pembeli kurang nyaman, terutama saat musim hujan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, menjelaskan bahwa sebagian besar pasar tradisional di wilayahnya merupakan bangunan lama yang sudah berdiri sejak lama sehingga mengalami penurunan daya tahan struktur.
“Yang rusak parah itu memang tidak ada. Cuma banyak yang bocor di bagian atap dan tiangnya yang perlu diganti,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Prapta, musim kemarau saat ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk melakukan pemeliharaan di beberapa pasar yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan menggunakan anggaran APBD Bantul dengan nilai sekitar Rp100 juta yang difokuskan pada tiga pasar.
Adapun tiga pasar yang masuk dalam program perbaikan tahun ini adalah Pasar Bantul, Pasar Mangiran, dan Pasar Pundong, dengan fokus utama pada perbaikan atap yang dinilai paling mendesak.
Program pemeliharaan tersebut, lanjutnya, dilakukan berdasarkan usulan para pedagang yang kemudian diverifikasi oleh dinas. Namun tidak semua usulan dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Kami prioritaskan yang kondisinya sudah parah dan sangat mendesak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menyebutkan bahwa pada tahun ini tidak ada program revitalisasi pasar, melainkan hanya pemeliharaan rutin untuk 33 pasar rakyat yang ada di Bantul.
Ia menjelaskan, total anggaran pemeliharaan yang tersedia dalam APBD murni hanya sekitar Rp66 juta, sehingga tidak cukup untuk melakukan perbaikan besar.
“Kalau revitalisasi tidak ada. Pos anggaran kami hanya pemeliharaan saja untuk 33 pasar itu, totalnya Rp66 juta tahun ini. Selebihnya sangat bergantung dari pokok pikiran (pokir) dewan,” ujarnya.
Zona juga menilai kondisi pasar tradisional di Bantul saat ini masih jauh dari ideal. Hampir seluruh pasar mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan talang air yang sudah tidak berfungsi optimal.
“Kalau tidak dibantu lewat pokir, ya memprihatinkan kondisinya,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan melalui dana pokok pikiran (pokir) anggota dewan menjadi salah satu sumber tambahan untuk perbaikan pasar. Rata-rata setiap anggota dewan memiliki alokasi sekitar Rp150 juta, sehingga total dana yang dapat diarahkan untuk revitalisasi pasar mencapai sekitar Rp600 juta ditambah alokasi tambahan lainnya.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, perbaikan pasar di Bantul dipastikan dilakukan secara bertahap, sambil menunggu dukungan pendanaan tambahan dari berbagai sumber agar kondisi pasar tradisional tetap layak digunakan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Dinas Kebudayaan Bantul menyiapkan pembentukan UPT Taman Budaya Bantul untuk mengelola operasional kawasan budaya seluas hampir lima hektare. Target terbentuk p
Indonesia Custom Show 2026 menghadirkan Freedom Run 5K di JEC Jogja dengan pengawalan mobil dan motor custom serta hadiah mobil dan motor custom.
Kenali 7 jenis virus komputer paling berbahaya: Macro, Boot Sector, Trojan, Overwrite, Browser Hijacker, Web Scripting, dan Polymorphic. Pelajari cara mencegah
India dikabarkan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi laga kontra Brasil. Bhaichung Bhutia kritik keras: ASEAN Cup lebih bermanfaat. AIFF putuskan dua skuad ter
Festival musik Cherrypop 2026 akan digelar di kawasan Candi Prambanan pada 22-23 Agustus 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan Cher