Puluhan Pasar di Bantul Butuh Perbaikan, Dana APBD Terbatas

Yosef Leon
Yosef Leon Senin, 22 Juni 2026 15:07 WIB
Puluhan Pasar di Bantul Butuh Perbaikan, Dana APBD Terbatas

Pasar Bantul. Harian Jogja - Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bantul dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang kerap bocor dan menurun kualitasnya akibat usia bangunan yang sudah puluhan tahun. Kondisi ini membuat aktivitas pedagang dan pembeli kurang nyaman, terutama saat musim hujan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, menjelaskan bahwa sebagian besar pasar tradisional di wilayahnya merupakan bangunan lama yang sudah berdiri sejak lama sehingga mengalami penurunan daya tahan struktur.

“Yang rusak parah itu memang tidak ada. Cuma banyak yang bocor di bagian atap dan tiangnya yang perlu diganti,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Prapta, musim kemarau saat ini dimanfaatkan pemerintah daerah untuk melakukan pemeliharaan di beberapa pasar yang mengalami kerusakan. Perbaikan dilakukan menggunakan anggaran APBD Bantul dengan nilai sekitar Rp100 juta yang difokuskan pada tiga pasar.

Adapun tiga pasar yang masuk dalam program perbaikan tahun ini adalah Pasar Bantul, Pasar Mangiran, dan Pasar Pundong, dengan fokus utama pada perbaikan atap yang dinilai paling mendesak.

Program pemeliharaan tersebut, lanjutnya, dilakukan berdasarkan usulan para pedagang yang kemudian diverifikasi oleh dinas. Namun tidak semua usulan dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah.

“Kami prioritaskan yang kondisinya sudah parah dan sangat mendesak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Perdagangan DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha, menyebutkan bahwa pada tahun ini tidak ada program revitalisasi pasar, melainkan hanya pemeliharaan rutin untuk 33 pasar rakyat yang ada di Bantul.

Ia menjelaskan, total anggaran pemeliharaan yang tersedia dalam APBD murni hanya sekitar Rp66 juta, sehingga tidak cukup untuk melakukan perbaikan besar.

“Kalau revitalisasi tidak ada. Pos anggaran kami hanya pemeliharaan saja untuk 33 pasar itu, totalnya Rp66 juta tahun ini. Selebihnya sangat bergantung dari pokok pikiran (pokir) dewan,” ujarnya.

Zona juga menilai kondisi pasar tradisional di Bantul saat ini masih jauh dari ideal. Hampir seluruh pasar mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan talang air yang sudah tidak berfungsi optimal.

“Kalau tidak dibantu lewat pokir, ya memprihatinkan kondisinya,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan melalui dana pokok pikiran (pokir) anggota dewan menjadi salah satu sumber tambahan untuk perbaikan pasar. Rata-rata setiap anggota dewan memiliki alokasi sekitar Rp150 juta, sehingga total dana yang dapat diarahkan untuk revitalisasi pasar mencapai sekitar Rp600 juta ditambah alokasi tambahan lainnya.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, perbaikan pasar di Bantul dipastikan dilakukan secara bertahap, sambil menunggu dukungan pendanaan tambahan dari berbagai sumber agar kondisi pasar tradisional tetap layak digunakan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online