Harga BBM Naik, Pemkot Jogja Belum Tambah Anggaran Mobil Dinas
Pemkot Jogja belum menambah anggaran BBM kendaraan dinas meski harga naik. Pembatasan penggunaan tetap berlaku sambil menunggu evaluasi anggaran.
Juru parkir di Pasar Kranggan tengah menata kendaraan, Kamis (4/1/2024) - Harianjogja
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan rencana rehabilitasi sejumlah pasar rakyat guna meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat fungsi pasar sebagai ruang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, dua pasar yang menjadi prioritas rehabilitasi adalah Pasar Kranggan dan Pasar Demangan. Usulan rehabilitasi kedua pasar tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak 2025 dan kembali diajukan pada tahun ini.
“Pasar Kranggan dan Pasar Demangan yang akan kita proses. Itu yang kita usulkan,” ujar Hasto, Jumat (2/1/2026).
Menurut Hasto, khusus Pasar Kranggan, Pemkot Jogja memiliki konsep penataan yang tidak hanya berorientasi pada fungsi jual beli, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang ramah bagi masyarakat. Penataan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas pasar sekaligus menarik minat generasi muda.
“Mudah-mudahan Pasar Kranggan bisa dimake up, kemudian bagian atasnya bisa menjadi tempat nongkrong untuk ngopi. Itu cita-cita kami,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep pasar rakyat ke depan tidak sekadar tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang nyaman. Dengan penataan yang lebih modern dan terbuka, pengunjung diharapkan dapat menikmati suasana pasar sambil beraktivitas secara santai.
Sementara itu, rehabilitasi Pasar Demangan akan difokuskan pada peningkatan tampilan fisik bangunan guna memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat saat berbelanja. Perbaikan ini diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan dan perputaran ekonomi pedagang.
Terkait waktu pelaksanaan, Hasto menyebutkan bahwa pengajuan rehabilitasi akan dilakukan pada tahun 2026, dengan harapan realisasi fisik dapat dilakukan pada tahun berikutnya.
“Tahun ini kita ajukan, mudah-mudahan tahun depan dikasih,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui hingga saat ini Detail Engineering Design (DED) untuk kedua pasar tersebut belum disusun. Penyusunan DED direncanakan dilakukan tahun ini sebagai dasar pemetaan kebutuhan anggaran dan teknis pelaksanaan rehabilitasi.
“DED-nya belum ada, nanti kita siapkan tahun ini. Dari situ baru bisa diketahui kebutuhan anggarannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja belum menambah anggaran BBM kendaraan dinas meski harga naik. Pembatasan penggunaan tetap berlaku sambil menunggu evaluasi anggaran.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.