Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Penjual beras di Pasar Tradisional. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan Gunungkidul terus menggencarkan program Gerakan Kembali Belanja ke Pasar (Gebyar). Program ini dengan tujuan untuk menggeliatkan roda perekonomian di pasar tradisional.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, pasar tradisional memiliki peran yang penting di Masyarakat. Ia tidak menampik dengan adanya perkembangan teknologi maupun persaingan dengan toko modern, maka eksistensi dari pasar ini mulai berkurang.
BACA JUGA: Bulan Imunisasi di Gunungkidul Capai 93 Persen
Oleh karena itu, pihaknya melakukan inisiasi dengan program Gebyar agar Masyarakat kembali mau berbelanja ke pasar sehingga geliat perekonomian tetap bisa berjalan. “Dengan Gebyar, kami ingin mengajak Masyarakat kembali meramaikan pasar,” kata Kelik kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).
Menurut dia, pasar tradisional bukan sekadar tempat berjual beli. Namun, keberadaannya juga sebagai tempat berinteraksi sosial Masyarakat, baik antar pedagang, pedagang dengan pembeli atau sesama pembeli.
“Tentunya kami juga mendukung dengan beberapa program untuk menyukseskan Gebyar. Sebab, juga ada program rehabilitasi pasar tradisional agar representatif bagi pembeli maupun menjual,” katanya.
Ditambahkan Kelik, program gebyar tidak hanya untuk menjaga omzet para pedagang. Namun, dampak dari peningkatan pedagang inilah juga ikut berperan dalam menjaga keberlangsungan roda perekonomian di Bumi Handayani.
“Jadi banyak dampaknya karena roda ekonomi tetap terjaga,” katanya.
Kelompok Subtansi Pendapatan, Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ramelan Supama mengatakan, program Gebyar merupakan langkah untuk menjaga eksistensi pasar tradisional di Bumi Handayani. Ia tidak menampik, dari tahun ke tahun ada penurunan tingkat kunjungan ke pasar sehingga berpengaruh terhadap aktivitas jual beli maupun pendapatan para pedagang.
“Memang tren menurun. Makanya, ada program agar Masyarakat bisa kembali membeli ke pasar,” katanya.
Menurut Ramelan, menurunnya tingkat kunjungan ke pasar tidak lepas perubahan pola perilaku Masyarakat. Di tengah perkembangan informasi dan teknologi ikut memberikan dampak karena jual beli secara online berkembang dengan pesat.
“Masyarakat sekarang banyak yang membeli secara online sehingga jarang ke pasar. Kondisi ini juga makin diperparah dengan tingkat daya beli yang menurun sehingga makin berdampak terhadap kunjungan ke pasar trandisional,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 usai mengalahkan Feng Yanzhe/Huang Dongping 21-12, 21-14.
Jadwal UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 pada 28-29 September 2026. Belgia vs Prancis hingga Spanyol vs Kroasia tayang dini hari WIB.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.