Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Ilustrasi PIN polio./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul telah menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2025. Adapun capainnya sebesar 93% dari target anak mendapatkan imunisasi yang telah dicanangkan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, program BIAS merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Program dijalankan untuk meningkatakan kekebalan tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit sesuai dengan sasaran program.
“BIAS sudah dilaksanakan Agustus lalu dengan sasaran anak sekolah SD dan sederajat,” kata Ismono, Minggu (21/9/2025).
BACA JUGA: Kandang Kambing di Wonogiri Terbakar
Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan di Agustus lalu ada dua imunisasi yang diberikan. Pertama imunisasi Measles and Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella.
Vaksin ini diberikan untuk anak sekolah kelas 1 dengan sasaran sebanyak 8.344 anak. Adapun vaksinasi kedua diberikan untuk imunisasi HPV guna pencegahan penyakit kanker serviks.
Imunisasi ini diberikan untuk anak kelas 5 SD dan sederajat. Adapun sasarannya sebanyak 4.240 anak. “Untuk MR capainnya 93% dan HPV sudah mencapai 94%. Pelaksanaanya juga mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri,” ungkapnya.
Meski secara pelaksanaan sudah selesai, namun Ismono mengakui terus melakukan penyisiran untuk memberikan vaksinasi kepada kelompok sasaran yang belum tervaksin. Terlebih lagi, kata dia, didalam program BIAS ada target sasaran vaksinasi mencapai 95%.
“Memang belum sepenuhnya tercapai. Makanya, upaya penyisiran dilakuan untuk memaksimalkan capaian BIAS di Bumi Handayani,” kata Ismono.
Diharapkan program BIAS dapat berjalan dengan lancar sehingga capaian bisa sesuai target. “Program BIAS masih akan dilaksanakan di November mendatang untuk vaksinasi difteri dan tetanus,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto berharap program ini dapat berjalan dengan lancar. Di sisi lain, upaya sosialisasi harus digencarkan agar tidak menimbulkan polemik di Masyarakat.
“Pelaksanaannya belum tahu persis. Tapi, tujuan dari program vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh anak-anak dari penyakit, makanya harus disosialiasikan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Pedro Acosta memenangi Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 di Sepang. Marc Marquez finis kedua, sedangkan Marco Bezzecchi menempati posisi ketiga.
Pesan berantai berisi ajakan warga Mlati mengambil uang Rp50.000 di Bazar UMKM Stadion Maguwoharjo viral. Polresta Sleman membantah terlibat.
Harianjogja.com, JOGJA—Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026.
Alex Marquez merebut pole position MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalahkan Marc Marquez dan Pedro Acosta pada sesi Q2.
Kemenkes memperkuat imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Kenali penyebab, gejala, risiko, dan cara pencegahan infeksi HPV.