El Nino Ancam Bantul! BPBD Siapkan Strategi Antisipasi Kekeringan
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Pedagang beras di Pasar Bantul, Salamah, Kamis (5/6) mengaku dagangannya sepi pembeli.
Harianjogja.com, BANTUL—Pedagang pasar tradisional di Pasar Bantul, Kabupaten Bantul, DIY, menjerit akibat di wilayah dagangnya sepi pembeli.
Beberapa pedagang mengaku sudah sejak setahun terakhir penjualan di salah satu pasar Bumiprojo itu sepi pembeli.
Pedagang ayam potong, Cicik, mengkonfirmasi sudah setahun terakhir dagangannya sepi pembeli, ia sendiri kurang tahu apa penyebabnya. Padahal untuk harga sendiri, Cicik selalu menyesuaikan dengan harga pasar.
BACA JUGA: Ini Wilayah Bantul yang Dapat Jatah Bantuan Sapi Kurban Presiden Prabowo
"Kok sebulan, ha yo lebih mas. Udah ada satu tahun ini dagangan saya sepi. Kurang paham saya kenapa sepi, mungkin ya gara-gara kondisi ekonomi lagi lesu ya. Atau mungkin juga, para pembeli lebih memilih beli di juragannya langsung biar dapat harga yang lebih murah," keluh Cicik kepada Harianjogja.com, Kamis (5/6/2025).
Kondisi yang sama juga dirasakan oleh Subi salah satu pedagang sembako, ia mengeluh sudah sejak zaman corona dulu hingga sekarang pasar Bantul sepi pembeli.
Menurut penjelasannya pasar Bantul ramai pembeli jika setiap hari Minggu ada kegiatan senam di depan pasar.
"Di sini sepi pembeli. Semenjak corona itu penjualan mulai menurun, ya kira-kira akhir-akhir corona itu sampai sekarang di pasar ini mulai sepi. Memang keadaannya, semua pasar dimana-mana itu memang lagi sepi. "
"Biasanya ramai kalua ada kegiatan senam di depan pasar setiap hari Minggu, ada ibu-ibu yang ke sini, tapi sekarang kan senamnya udah tidak ada, ya mungkin pemerintah bisa ngadain kegiatan lagi di depan pasar biar kami para pedagang juga kedatangan pembeli. Sebetulnya penurunannya tidak terlalu drastis tapi tetap turun, sejak corona itu lah para penjual mengeluh semua," kata Subi.
Sementara itu pengakuan pedagang lainnya, Salamah, mengaku sudah sekitar dua bulan terakhir penjualan beras di tempatnya juga sepi pembeli. Ia berharap pemerintah setempat bisa membuat gebrakan agar bisa mendatangkan pembeli ke pasar Bantul.
Bahkan menurutnya, giat senam di depan pasar dulu pun tidak membuat dagangannya laku banyak.
"Sepi banget mas, kalau di saya mungkin dua bulan terakhir ini jarang yang beli. Ekonomi masyarakat kayaknya memang lagi lesu ya. Ya gimana ya, saya berharap semua keadaanya kembali normal. Memang pas ada senam itu ada pembeli datang tapi jualannya ya tidak laku, semoga pemerintah bisa membantu kami para pedagang kecil agar jualannya ramai lagi," harap Salamah yang sudah berjualan di Pasar Bantul sejak remaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.